Home / Polkam / Dukung Harmoni, Nenek Monika Berikan Uang ke BKH

Dukung Harmoni, Nenek Monika Berikan Uang ke BKH

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Benny K Harman saat kampanye di Manggarai Timur

NTTTERKINI.COM, Borong – Monika Idik, seorang nenek berusia, 70 tahun, warga Desa Poeng, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada Calon Gubernur NTT Benny K Harman (BKH) sebagai bentuk dukungan untuk bertarung di Pilkada Gubernur.

“Pak Benny jangan lihat nilainya. Ini bentuk dukungan dan doa kami agar bapak berhasil,” kata Nenek Monika kepada BKH. 
 
Pemberian uang oleh Monika usai Benny K Harman menggelar kampanye di desa tersebut, Sabtu, 28 April 2018. Usai kampanye nenek Monika bersama Katarina Mambu (55) mendekati BKH untuk salaman.
 
Nenek Monika Idik memeluk BKH cukup lama, dan merogoh sesuatu dari sakunya lalu diselip ke saku baju BKH. Nenek ini memberikan uang pecahan Rp 100 ribu untuk BKH.
 
BKH sangat terharu dengan pemberian itu, hingga matanya berkaca-kaca mendengar ucapan nenek ini. 
 
“Terima kasih mama, kalau saya menang saya akan kembali lagi ke kampung ini” kata BKH sambil mencium kening nenek Monika.
 
Tokoh masyarakat Manggarai Timur, Martinus Nahas mengatakan pemberian uang kepada kandidat adalah bentuk doa dan dukungan. Dalam budaya Manggarai ini disebut Wuat Wai. 
 
Dalam konteks politik, kata Nahas, pemberian uang, doa dan dukungan seperti ini jarang terjadi. Namun bisa dibenarkan karena kandidat sama seperti seorang anak yang merantau membutuhkan dukungan. “Ini uang wuat wai. Nilai dan budaya dalam diri seorang nenek masih kuat terjaga,” katanya.
 
Dalam konteks politik, dukungan riil seperti sarat simbolik, dan maknanya sangat dalam yakni kandidat yang bersangkutan harus mampu memperjuangkan kepentingan rakyat. Kandidat yang didukung adalah mandat kepentingan rakyat.
 
Nenek Monika sesungguhnya sedang menasehati masyarakat agar jangan menerima politik uang. “Praktek jual beli suara telah merusak tatanan demokrasi. Yang banyak uang jadi pemimpin sementara yang punya integritas dan keikhlasan disingkirkan,” tegasnya. (*/Ado)

Share Button
Baca Juga :  Tunas Geser Esthon- Paul di Posisi Dua

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]