Home / Pendidikan / Festival SMA/SMK Guna Mendukung Pariwisata NTT

Festival SMA/SMK Guna Mendukung Pariwisata NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Winston Rondo

NTTTERKINI.COM, Kupang – Festival SMA dan SMK Swasta se-NTT yang digelar Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT guna mendukung program Pemerintah NTT di bidang Pariwisata, serta memperkuat kekompakan sekolah swasta di NTT.

“Festival ini guna membangun kekompakan sekolah swasta dan dukung pariwisata NTT,” kata Ketua BPMS NTT, Winston Rondo kepada wartawan di sela-sela kegiatan Festival SMA/SMK Swasta Se-NTT, Kamis, 7 November 2019.

Ada empat lomba yang mendukung pembangunan pariwisata NTT yakni lomba cerdas cermat Bahasa Inggris, lomba pidato terkiat konsep pariwisata NTT, solo lagu daerah dan tarian daerah untuk mendukung budaya NTT. “Empat lomba ini yang mencerminkan dukungan pembangunan pariwisata NTT,” katanya.

Baca Juga :  Pendaftaran Murid Baru, Dispendik Targetkan 14 Ribu Siswa

Kegiatan ini dihadiri Anggota DPD RI asal NTT, Hilda Manafe. Dalam sambutannya Hilda mengaku Festival ini menjadi belajar, sekaligus aspirasi baginya yang berada di Komisi Pendidikan DPD RI.

“Festival SMA dan SMK Swasta ini menjadi ruang belajar yang penting dan ruang aspirasi yang kemudian akan menjadi aspirasi kami di saat sidang-sidang DPD RI, ” kata Hilda.

Dia juga mengapresiasi Festival ini yang diikuti 30 sekolah swasta di NTT. Sebagai senator DPD yang baru yang ditugaskan di komisi pendidikan DPD RI, Dia mengaku wajib untuk mengikuti pembukaan festival SMA dan SMK di NTT.

Cerdas cermat Bahasa Inggris

Menurut dia, masih ada diskriminasi atau ketidakadilan terhadap sekolah swasta dengan kebijakan pemerintah, baik pada tingkat kota, provinsi maupun pusat.

Baca Juga :  BPMS NTT Diharapkan Gelar Festival SD dan SMP

Dia menyebutkan ada empat persoalan pokok yakni, akses terhadap sarana dan prasarana sekolah. Penataan terhadap bantuan untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menguntungkan sekolah negeri, dan sangat kurang akses terhadap biaya PIP dan lain sebagainya.

“Mohon perhatian dari kita semua. Kita berjuang bersama. Karena pendidikan itu adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Dia mengaku pekerjaan rumah untuk membangun dan memperkuat pendidikan di NTT, masih cukup banyak. “Mari kita bergotong royong bersama pemerintah dan komie sekolah untuk membangun dan perkuat pendidikan NTT,” ujarnya. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]