Home / Polkam / Frans Sarong Siap Terangi Manggarai Timur

Frans Sarong Siap Terangi Manggarai Timur

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Frans Sarong

Frans Sarong

NTTTERKINI.COM, Kupang – Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Sarong- Yohanes Nahas (Sarnnas) akan memprioritaskan tiga aspek membangun Manggarai Timur, diantaranya membuka jaringan listrik bagi warga di daerah itu.

“Hampir 80 persen warga di Manggarai Timur belu menikmati listrik,” kata Bakal Calon Bupati Manggarai Timur, Frans Sarong kepada wartawan, Selasa, 10 Oktober 2017.

Kendala selama ini dalam membangun jaringan listrik di Manggarai Timur yakni kurang kesadaran masyarakat untuk merelakan lahan dan tanamannya yang dilalui jaringan listrik. Disitulah fungsi pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar listrik bisa masuk hingga ke desa- desa.

Baca Juga :  Debu Semen Kupang Selimuti Pemukiman Warga

“Kuncinya adalah link, karena anggarannya sudah disiapkan PLN. Kendalanya warga yang tidak mau merelakan lahannya ditanam tiang listrik,” katanya.

Masalah lain yang menjadi sorotan yakni infrastruktur jalan yang masih buruk di Manggarai Timur, terutama jalan provinsi sepanjang 80 kilometer (km). Pemerintah provinsi hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar setiap tahun untuk pembangunan jalan hotmix.

“Jalan provinsi menjadi masalah serius. Karena dana yang ada hanya bisa bangun sepanjang 1 km. Sehingga butuh 80 tahun baru semua jalan bisa di hotmix,” ujarnya.

Karena itu, dia menyarankan agar pembangunan jalan tidak harus di hotmix, tapi masih melalui Lapen yang membutuhkan dana Rp 750 juta per km. “Dengan begitu kondisi jalan akan lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  Panwaslu Ngaku Punya Bukti Adinda Leburaya Bagi Uang

Terkait pembenahan birokrasi sehat, kata Frans, pertama yang harus dilakukan adalah melalui fit and propertest. Selama ini fit and propertest yang dilakukan oleh lembaga independen, menyisahkan tiga calon, sehingga Bupati masih punya kewenangan untuk tentukan pejabat daerah.

“Tim independ harus punya keberanian untuk menyisahkan satu orang, sehingga tidak ada ruang bagi bupati untuk memilih. Penempatan orang sesuai kompetensinya,” tegasnya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]