Frans Sarong: Wartawan Harus Hindari Berita Copy Paste

0
315

Frans Sarong saat berdikusi dengan sejumlah wartawan

NTTTERKINI.COM, Kupang – Mantan wartawan Kompas, Frans Sarong meminta wartawan  untuk menghindari berita copy paste, karena dinilai tak mendidik.
“Tingalkan kebiasaan copy paste,” kata Frans Sarong saat diskusi penguatan kapasitas jurnalis NTT, Sabtu, 1 Februari 2020. 

Menurut dia, dengan maraknya kepemilikan media online, maka muncul tren copy paste, karena medianya masing-masing. Karena itu, dia menyarankan agar wartawan mau berlelah untuk mendapatkan berita hasil karya sendiri.
Berita copy paste ini, lanjut dia, mulai tumbuh subur seperti jamur, karena berkembangnya media online. “Makanya kita harus berkeringat, jangan asal paste,” tegasnya.
Dia mengakui banyak kendala yang dihadapi para pemilik media dalam pemberintaan, diantaranya kekurangan wartawan di lapangan dan biaya yang cukup besar. Namun, dia menyarankan ada teknik yang bisa digunakan, sehingga tidak asal copy paste.
“Bagi berita antarsesama wartawan sudah terjadi sejak dulu agar tak terkesan copy paste, maka harus di buat berdasarkan versi sendiri dan konfirmasi ulang,” katanya.
Karena itu, wartawan harus jeli memilih diksi yang tepat dan menarik, sehingga bisa menarik minat pembaca, sehingga perbendaharaan kata harus banyak. “Kita dihargai karena tulisan yang profesiinal dan kata yang berjiwa. Kata itu biasa, tapi harus dirangkai secara pas,” jelasnya.
Masalah lain yang dihadapi wartawan adalah legitimasi oleh dewan pers. Sehingga wartawan dan media tempatnya bekerja berkompeten. “Apa syaratnya, harus terdaftar di dewan pers dan harus ada uji kompetensi,” ujarnya.
Karena itu, dia menyarankan wartawan membangun komunitas, sehingga bisa saling mendorong dalam segala hal. “Komunitas wartawan itu penting untuk hadapi berbagai persoalan,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?