Home / Hukrim / Gedung Pantai Laut Terancam Digusur

Gedung Pantai Laut Terancam Digusur

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Tedy Tanone

NTTTERKINI.COM, Kupang – Gedung Pantai Timor di Kelurahan Lai-Lai Besi Koepan (LLBK), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam di gusur Pengadilan Negeri Kupang, setelah pemilik gedung itu kalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri dan Tinggi Kupang.

“Besok, Pengadilan akan digelar sidang lapangan di lokasi gedung itu untuk mengetahui secara pasti duduk perkara antara Keluarga Kiulubalu atau Tanone ini,” kata Tedy Tanone ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kamis, 31 Januari 2013.

Sidang lapangan yang akan digelar itu, menurut dia, merupakan sidang pra eksekusi gedung yang berada di atas lahan milik Dean Kiulubau yang merupakan ahli waris yang sah dari Tony Kiulubalu (alm).

Baca Juga :  Pilkada NTT Jadi Ajang Judi

Selain gedung Pantai Timor, gedung lain yang turut bakal digusur yakni Aula Pantai Laut yang sering digunakan sebagai gereja serta Hotel Kingstone. Tedy Tanone atas nama anaknya, Dean Kiulubalu tahun 2012 lalu mengajukan gugatan terhadapa sejumlah pihak diantaranya, Heny Kiulubalu, Liesye Kiulubalu, Kelvin Kiulubalu dan Silvester Mambaitfeto terkait harta warisan yang ditinggalkan ayahnya.

Menurut dia, gugatan itu diterima pengadilan Negeri Kupang sebagai ahli waris yang sah sebagai anak angkat dari Tony Sing Kulubalu.

Setelah Toni meninggal pada 2003 lalu, almarhum meninggalkan harta warisan berupa tanah seluas 792 meter persegi di Jalan Ikan Tongkol, serta sejumlah tanah pekarangan di jalan Ikan Tongkol tersebut. Selain itu, satu buah usaha catering dan dua unit mobil.

Baca Juga :  17 Kabupaten/Kota Bermasalah Soal Perbatasan

Namun, gugatan itu dibanding oleh tergugat ke Pengadilan Tinggi dan kasasi Mahkamah Agung (MA). “PT saya sudah menang, tapi mereka ajukan kasasi ke MA yang masih dalam proses,” katanya.

Heny dan Liesye Kiulubalu, katanya, telah menolak harta warisan yang diberikan orang tuanya, termasuk gedung Pantai Laut dan sekitarnya. “Mereka sendiri telah menandatangi surat penolakan terhadap harta warisan itu,” katanya.

Sementara itu kuasa Hukum Heny Kiulubalu, Khairul Amin membantah sudah adanya putusan pengadilan yang memenangkan penggugat, Dean Kiulubalu. Karena persidangan masih berlangsung. “Besok, masih dilakukan sidang lapangan. Bagaimana sudah ada putusannya,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]