Home / Sosbud / Gizi Buruk di NTT, Satu Balita Tewas

Gizi Buruk di NTT, Satu Balita Tewas

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
ilustrasi gizi buruk

ilustrasi gizi buruk

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sedikitnya 11 bayi dibawah lima tahun (Balita) di Daerah Otonomi Baru (DOB) Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dirawat di ruang gizi puskesmas Betun, Ibu Kota DOB Malaka, karena menderita merasmus atau gizi buruk yang berakibat busung lapar. Satu balita diantaranya dilaporkan tewas.

“Sudah satu balita yang meninggal, karena busung lapar dan menderita komplikasi penyakit,” kata kepala Puskesmas Betun, Anton Taesa kepada wartawan, Senin, 2 November 2013.

Penderita busung lapar yang dirawat di puskesmas Betun, menurut dia, rata-rata berasal dari keluarga miskin yang tidak miliki jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) sehingga mereka kesulitan mendapat bantuan makanan tambahan dan obat-obatan.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Di Sikka Rusak Diterjang Angin kencang

Pasien penderita gizi buruk yang dirawat ini, katanya, merupakan pasien komplikasi. Namun, jumlah sudah berkurang, karena sebagian telah dirujuk ke Rumah Sakit Betun. “Keterbatasan ruangan dan dokter, sehingga sebagian sudah di rujuk ke rumah sakit Betun,” katanya.

Satu diantaranya teridintefikasi menderita gizi buruk, akibatnya tubuh balita itu kurus hingga tulang menonjol keluar dan meyisakan kulit pembungkus tulang. Ibu Martha, orang tua pasien mengatakan anaknya sudah tiga minggu dirawat di puskesmas Betun, karena menderita gizi buruk. “Sudah tiga minggu anak saya dirawat disini,” katanya.

Dia mengaku kesulitan ekonomi untuk memberikan asupan gizi bagi anaknya. Apalagi, dia harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli obat dan makanan tambahan, karena kartu jaminan kesehatan masyarakat tidak berlaku bagi pasien gizi buruk. “Kartu Jamkesmas kami tidak berlaku, sehingga harus membeli obat sendiri,” katanya.

Baca Juga :  IOM: NTT Nomor Satu Kasus Perdagangan Orang

Penjabat Bupati Malaka, Herman Nai Ulu yang dihubungi terpisah mengaku masih melakukan koordinasi dengan kepala dinas kesehatan terkait kasus gizi buruk di daerah itu. “Tunggu saya hubungi kadis kesehatan dulu,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]