Home / Polkam / GMIT: Jangan Pilih Gubernur NTT Karena Agamanya

GMIT: Jangan Pilih Gubernur NTT Karena Agamanya

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ketua GMIT dan Panitia HUT GMIT ke 70 saat berikana keterangan pers

Ketua GMIT dan Panitia HUT GMIT ke 70 saat berikana keterangan pers

NTTTERKINI.COM, Kupang – Ketua Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon meminta kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak memilih pemimpin (Gubernur) berdasarkan agama yang dianutnya, karena NTT merupakan Nusa Tinggi Toleransi.

“Komitmen kita untuk mencari pemimpin daerah ini, bukan untuk mencari pemimpin Agama,” tegas Mery kepada wartawan di Kupang, Rabu, 18 Oktober 2017.

Pemimpin yang dicari, menurut dia, datang dengan membawa komitmen pembaruan dan pemulihan. Ini yang dimaksud dengan toleransi yang tinggi di daerah ini. “Kasus yang terjadi di Pilkada Jakarta, jangan bawa ke daerah ini yang penuh dengan toleransi” ujarnya.

Baca Juga :  Pameran dan Expo GMIT Jangan Dijadikan Tempat Kampanye

Momen Pilkada serentak juga harus dimaknai sebagai bentuk toleransi antarumat beragama di daerah ini. Ini merupakan salah satu bentuk pemulihan yang diangkat oleh GMIT dalam merayakan HUT GMIT ke-70 dan reformasi ke-500.

Pendeta Mery Kolimon mengungkapkan tentang tingginya yang toleransi di NTT harus tetap di jaga, jangan dirusak dengan masalah Pilkada serentak dengan mempetakan agama yang satu dengan lainnya.

Pada kesempatan itu dia juga menyampaikan tentang rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT GMIT ke-70 dan reformasi ke-500, diantaranya expo dan pameran produk unggulan serta pelayanan GMIT, seminar Nasional HUT GMIT ke-70 dan reformasi ke-500, bakti sosial peduli pendidikan, penulisan dan bedah buku Bunga Ramoai 70 tahun GMIT, lomba mewarnai, dan lomba esay reformasi. (Ado)

Share Button
Baca Juga :  Jember Fashion Carnival Bakal Tampil di Jakarta

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]