Home / Sosbud / GMIT Tolak Tambang di Timor Tengah Selatan

GMIT Tolak Tambang di Timor Tengah Selatan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ketua GMIT, Bobby Litelnoni

NTTTERKINI.COM, Kupang – Ketua Gereja Majelis Injili di Timor (GMIT), Bobby Litelnoni menegaskan GMIT menolak pertambangan di Timor Tengah Selatan (TTS), seperti mangan, marmer dan minyak dan gas (Migas).

“GMIT sudah bersikap terhadap permasalahan pertambangan di daerah ini,” kata Ketua GMIT Bobby Liletnoni, Kamis 24 Januari 2013.

Ada beberapa langkah yang telah dilakukan GMIT dengan menolak pertambangan di NTT, seperti menggelar aksi unjuk rasa dengan melibatkan 13 klasis di Timor Tengah Selatan yang menolak pertambangan mangan, marmer dan migas. “Kami gelar unjuk rasa untuk menolak pertambangan,” katanya.

Aksi-aksi yang dilakukan gereja ini merupakan bentuk pertimbangan gereja terhadap pertambangan di Timor Tengah Selatan. “Gereja juga berhasil membatalkan rencana pertambangan Migas di Sei, Timor Tengah Selatan,” katanya.

Baca Juga :  Wartakan Dugaan Selingkuh Bupati, Wartawan Diancam Bunuh

Masalah pertambangan menjadi perhatian gereja di NTT, di Ende, misalnya, belum lama, ribuan umat dari 25 gereja yang tergabung dalam kevikepan Ende, Keuskupan Agung Ende menggelar aksi unjuk rasa menolak pertambangan di daerah itu. Aksi unjuk rasa itu di pimpin oleh sejumlah pastor di daerah itu.

Mereka menuntut Bupati Ende mencabut selurub ijin pertambangan di daerah itu, seperti tambang pasir besi di Nangaba, Kecamatan Ende Selatan yang telah merusak lingkungan sekitar. (Ado)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]