Home / Hukrim / Grebek Pelaku Pembunuhan, Polisi Jadi Korban

Grebek Pelaku Pembunuhan, Polisi Jadi Korban

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
ilustratsi

Ilustratsi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Anggota Polres Kupang Kota menderita luka di bagian punggung belakang dan kaki kanan, dalam aksi penggebrekan terhadap pelaku percobaan pembunuhan terhadap istrinya di Kelurahan Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 4 Mei 2013.

Anggota polisi tersebut mengalami luka, setelah ditikam pelaku menggunakan linggis di bagian belangkang dan kaki. Pelaku juga mencoba bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri.

Drama pengebrekan terhadap pelaku berlangsung kurang lebih 2 jam. Pasalnya, mengetahui dirinya akan ditangkap polisi, pelaku bertahan dalam rumahnya dengan mempersenjatai diri dengan panah dan linggis. Pelaku pun balik menyerang anggota polisi.

Polisi yang berada di lokasi pun kesulitan mengamankan pelaku dikenal sebagai Frans Ufi. Pelaku mencoba membunuh istrinya sendiri dengan cara menggorok lehernya. Polisi mencoba meminta pelaku untuk segera menyerahkan diri, namun tidak dihiraukan pelaku.

Baca Juga :  Ratusan Personel TNI- Polri Diterjunkan ke SBD

Beberapa kali polisi melepaskan gas airmata ke rumah pelaku, namun tidak membuahkan hasil. Seorang anggota polisi yang berupaya meringkus pelaku dari belakang rumahnya, justru menjadi korban, setelah ditikam pelaku menggunakan linggis di bagian belakang dan kaki.

Merasa terdesak, setelah terkena timah panas polisi. Pelaku mencoba bunuhu diri dengan cara menggorok lehernya sendiri. Pelaku dan seorang anggota polisi langsung di evakuasi ke Rumah Sakit Bayangkara guna mendapatkan pertolongan.

Kapolresta Kupang AKBP Tito Basuki mengatakan, satu anggota dan pelaku terluka, dalam aksi pengrebekan tersebut. Pelaku hendak diringkus polisi, karena kasus percobaan pembunuhan terhadap istrinya. “Keduanya kini dirawat di RSB Kupang,” katanya.

Sementara itu, Felden Ufi, keluarga pelaku mengaku pelaku adalah seorang yang pendiam, namun belakangan ini tingkah aneh, setelah kematian ibu dan adiknya. “Dia (Frans) mulai terlihat aneh, setelah adik dan ibunya meninggal,” katanya.

Baca Juga :  SPDP Kasus Aborsi Bidan Dewi Diterima Jaksa

Menurut dia, percobaan pembunuhan terhadap istrinya diduga karena masalah keluarga, sehingga dia nekat menggorok istrinya dengan sebilah parang. Beruntung nyawa istrinya tertolonga, setelah dilarikan ke rumah sakit.

Usai melakukan penggrebekan itu, polisi mengamankan barang bukti, berupa dua buah linggis, tiga busur anak panah, dan sebilah golok yang digunakan pelaku untuk mempertahankan diri. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]