Home / Polkam / Gubernur Akui Kemiskinan di NTT Masih Tinggi

Gubernur Akui Kemiskinan di NTT Masih Tinggi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Rapat gubernur dan para bupati se-NTT

Rapat gubernur dan para bupati se-NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan angka kemiskinan di NTT masih tinggi, hingga Maret 2017 masih di angka 21 persen.

“Kemiskinan masih tinggi, kami terus upaya yang dilakukan sejak 2008- maret 2017,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat menggelar rapat bersama Bupati dan Wali Kota se-NTT, Kamis, 15 November 2017.
Menurut dia, pada  2014 angka kemiskinan turun hingga 19 persen lebih, namun 2015 dengan kenaikan harga bbm, naik menjadi 22,58 persen. Pad 2016 turun lagi ke 22,19, 2017, dan hingga Maret 2017 mencapai 21 persen.
Dia mengatakan dari 21 kabupaten dan 1 kota, terdapat satu kabupaten yang angka kemiskinan berada di bawah nasional yakni Flores Timur dengan 9,72 persen.
Sedangkan empat kabupaten yang angka kemiskinan terendah yakni Kota Kupang 10,16 persen, Ngada 12,83 persen, Sikka 14,22 persen dan  Nageko 14,33 persen. “Urutan terkahir yakni Sumba Barat,” tegasnya.
Ini berdasarkan data BPS, sehingga perlu koordinasi dengan BPS untuk tentukan variabel kemiskinan.
Namun dia menyayangkan perkembangan ekonomi, sejak 2014 yang terus meningkat diatas rata-rata nasional 5,02 persen, tidak sejalan dengan penurunan angka kemiskinan. Dimana, tingkat kesejangan dibawah nasional 0,4 persen.
“Peluang turunkan angka kemiskinan masih terbuka lebar,” ujarnya. (Ado)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  Frans Lebu Raya Siap Jadi Capres

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]