Home / Pendidikan / Gubernur NTT Setuju Pencetakan UN Dikembalikan ke Daerah

Gubernur NTT Setuju Pencetakan UN Dikembalikan ke Daerah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Frans Lebu Raya

Frans Lebu Raya

NTTTERKINI.COM, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mendukung dan menyambut baik kebijakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang merekomendasikan mulai tahun 2014, pencetakan naskah UN dikembalikan ke daerah guna menghindari kekisruhan pengiriman seperti pada tahun 2013 ini.

“Saya sangat setuju, jika itu menjadi sebuah kebijakan. Apalagi di daerah kepulauan seperti NTT. Jika dicetak di Jawa, kami akan kerepotan lagi, karena harus mengurus pengirimannya ke daerah-daerah,” kata Frans Lebu Raya, Jumat, 26 April 2013.

Frans Lebu Raya mengatakan, banyak pihak yang menyarankan adanya desentralisasi dalam proses pencetakan naskah UN. Pasalnya, sudah ada pengalaman sebelumnya mengenai desentralisasi dan buktinya UN berjalan aman dan tertib tanpa kekisruhan.

Baca Juga :  KPUD Diingatkan Tak Gegabah Hadapai Gugatan Esthon- Paul

Menurut dia, untuk pencetakan logistik UN di daerah, nanti dicarikan mekanisme pengawasan, untuk menjaga lebih ketat dan diyakini kerahasiaan guna menghindari kekisruhan seperti yang terjadi saat UN tahun 2013, yang mengakibatkan amburadulnya pelaksanaan UN di 11 provinsi di Indonesia Bagian Tengah.

Dia mengatakan, dua tahun terakhir proses pencetakan dan pengiriman logistik UN tersentralisasi ke Kemendikbud, sehingga daerah hanya menunggu pengirimannya dan membantu pendsitribusian ke daerah-daerah. Yang terjadi tahun ini, ujarnya, justru di luar dugaan. Selain sudah terlambat, proses pengirimannya ke daerah sangat memprihatinkan. Belum lagi ada logistik yang tercecer dan tidak sesuai lokasinya.

“Saya kira ada perusahaan percetakan di daerah yang mampu mencetak naskah UN. Buktinya tahun-tahun sebelumnya naskah UN dicetak di daerah dan berjalan aman.Tidak ada kekacauan seperti sekarang ini. Bahkan logistik UN untuk SD juga dicetak di daerah ini,” paparnya.

Baca Juga :  Frenly Kembali Klaim Menang Pilgub NTT

Memang, lanjutnya, dengan proses yang tidak tepat waktu, ada hal yang merugikan siswa sebagai peserta UN secara psikologis. Mereka harus diperhadapkan dengan kondisi yang tidak pernah mereka bayangkan,penundaan UN secara mendadak karena masalah teknis.(AVI)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]