Info Ada TKI Disekap, Penyidik Polda NTT Akan ke Malaysia

0
937
Konfrensi pers Polda NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemerintah daerah akan berangkat ke Malaysia guna mengecek informasi ada sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang disekap di negeri jiran tersebut.

“Pak Wagub dan penyidik akan ke Malaysia, karena ada informasi TKI yang disekap,” kata Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTT, Komisaris Besar Yudi Sinlaeloe, Senin, 30 Desember 2019.

Wakapolda NTT,  Brigadir Jenderal Jhoni Asadoma mengatakan pada 2019, pihaknya telah menangani 32 kasus traffiking dengan jumlah korban sebanyak 20 orang, dengan jumlah tersangka sebanyak 15 orang.

Kasus ini, lanjut dia, sebanyak 10 kasus masih dalam proses penyidikan, 5 kasus dalam proses penyelidikan, satu kasus P19 dan 8 kasus yabg sudah P21. “Tidak ada modus baru dari kasus-kasus traffiking di NTT,” katanya.

Kasus yang menonjol, kata dia, yakni kasus pemalsuan identitas terhadap enam calon TKI yang direkrut PT Bukit Mayak Sari yang akan diberangkatkan dan dipekerjakan di Malaysia.

“Para pelaku Frida Muhamad Cs membuat perubahan dokumen untuk kelengkapan paspor, berupa KTP, KK dan Akta kelahiran. Kasus ini telah P21,” tegasnya.

Terkait kendala yang dihadapi Polda NTT,  Yudi mengaku pihaknya kesulitan anggara dalam mengungkap kasus-kasus human traffiking yang terjadi di NTT.

Dia mencontohkan kasus human traffiking di Sumba Timur, penyidik harus membawa tersangka ke Kupang untuk diserahkan ke Kajati NTT, lalu dibawa kembali ke Sumba Timur. “Ini akan butuh biaya yang sangat besar. Ini kendala kami,” katanya.

Karena itu, dia berharap adanya dukungan dana hibah dari APBD NTT bagi Polda NTT untuk tangani kasus human traffiking. “Kami sudah coba dekati DPRD NTT untuk dana hibah traffiking itu,” ujarnya. (Ado)

Komentar ANDA?