Home / Polkam / Isu Politik Picu Kekerasan Terhadap Wartawan

Isu Politik Picu Kekerasan Terhadap Wartawan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Workshop Aji Indonesia

NTTTERKINI.COM, Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia merilis isu politik yang diberitakan jurnalis merupakan pemicu terjadinya kekerasan terhadap pers di Indonesia.

“Kekeraaan itu terjadi terkadang spontanitas atau sudah menjadi target sebelumnya,” kata Joni, anggota bidang advokasi AJI Indonesia, Sabtu, 2 Februari 2019, saat workshop pemetaan resiko keselamatan jurnalis pekerja media.

“Kasus kekerasan pers terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata ketua divisi advokasi AJI Indonesia, Sasmito.

Kekerasan terbanyak yang dialami wartawan adalah kekerasan fisik, dan kota terbanyak kekerasan terhadap pers adalah Jakarta, dengan pelaku masih didominasi aparat keamanan. “Kendala kami tidak punya data berapa yang sudah diselesaikan,” katanya.

Baca Juga :  Lima Program Paket Harmoni Jawab Kebutuhan Masyarakat

Dalam penanganan kasus terhadap pers, kata dia, AJI Indonesia membagi dalam tiga bagian yakni identifikasi, proses penanganan kasus dan penuntasan kasus.

Dari tiga bagian itu, yang masih terkendala pada penuntasan kasus, sehingga perlu adanya strategi dan upaya serta monitoring dalam penuntasan kasus-kasus kekerasan  pers.

“Ada beberapa kasus yang menjadi perhatian AJI, seperti kasus kematian Udin di Jogjakarta, dan Prabangsa di Bali,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan bahwa kekerasan pers di Indonesia masih tinggi. Sehingga dibutuhkan standart bagi AJI Indonesia untuk mengadvokasi para jurnalis yang menajdi kasus kekerasan. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]