Home / Hukrim / Jenazah Mantan TKW Afrince Diotopsi

Jenazah Mantan TKW Afrince Diotopsi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Paspor Afrince

Paspor Afrince

NTTTERKINI.COM, Kupang – Tim kedokteran forensik dan Tim Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSU W. Z Johanes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 13 Juli 2017 melakukan otopsi terhadap jenazah mantan Tenaga kerja wanita (TKW) Afrince Taek yang telah tersimpan dalam freezer jenazah selama sepekan lamanya.
Kapolres Kupang Kota Ajun Komisaris Besar Anthon CN mengatakan otopsi ini dilakukan, karena setelah sepekan berada di frezer rumah sakit, tidak ada satu pun orang yang mengaku sebagai keluarga TKI tersebut.

Otopsi ini dilakukan terhadap korban dengan maksud untuk mencari tahu penyebab kematiannya, sehingga menjadi kepentingan catatan kepolisian, jika suatu hari nanti ada keluarga korban yang datang mengkalim kematian korban.

“Kami mengambil tindakan otopsi agar dapat mengetahui penyebab Kematian korban, jika meninggal karena racun, sakit atau penyebab lainnya, sehingga kematiannya pun jelas dan pihak kepolisian dapat memberikan keterangan yang benar, apabila suatu saat nanti ada pihak keluarga yang melakukan pencarian terhadap korban,” kata Anthon.

Baca Juga :  KPK Sita Lagi Duit Rp 2,7 M di Rumah Akil Mochtar

Terkait dengan keberadaan keluarga korban, lanjut Anthon, pihaknya telah melakukan pencarian hingga ke tempat asalnya sesuai dengan data dalam paspor, namun tidak ada satupun yang mengenalinya.

“Berdasarkan alamat di paspor yang dikantongi korban tercatat Desa Neuliu, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, namun tidak ada satupun yang mengaku mengenali korban,” jelas Anton.

Kepala IPJ RSU W.Z Johanes Kupang, Okto Boimau mengatakan usai otopsi, jenazah korban selanjutnya akan dimakamkan pada TPU Damai, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.
“Identitas korban yang berbeda dari aslinya, dan pengumuman selama 3 hari tidak ada pihak keluarga yang datang, sehingga Pihak RSU berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengurus pemakamann jenazah korban,” jelas Okto.

Baca Juga :  Catatan "Idjon Djanbi" Dishare ke 3.823 Akun Facebook

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan BP3TKI NTT Siwa menjelaskan mantan TKW Afriance Taek berdasarkan identitas dalam paspor terbitan 2013 lalu, tidak pernah terdata pada P3TKI maupun Dinas Nakertrans.

“Kami telah melakukan pengecekan baik secara manual maupun database, dan daftar KTKLN, bahkan daftar kepulangan para TKI dari luar negeri pun hasilnya nihil,” jelas Siwa.
Afrince dilaporkan meninggal pada 5 Juli 2017 di sebuah kos-kosan di Keluarahan Oebufu, Kota Kupang, setelah pulang bekerja sebagai TKI di luar negeri. (*/Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]