Home / Profil / Joseph Kony Si Pemimpin Pemberontak

Joseph Kony Si Pemimpin Pemberontak

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Yoseph Kony

NTTTERKINI.COM, Uganda – “Joseph Kony goes viral.” Dokumenter tentang pemimpin pemberontak Uganda Kony menjadi hype di internet. Banyak sekali perhatian internasional atas kejahatan perang Kony. Tapi dokumenter ini juga menuai banyak kritik.

Tentara Perlawanan Tuhan LRA pimpinan Joseph Kony sudah aktif selama sekitar 25 tahun dan selama itu tidak menjadi sorotan utama media internasional. Tapi sejak pekan lalu, seluruh dunia tiba-tiba mulai mengangkat kejahatan perang yang dilakukan Kony. Ini terkait dokumenter serta kampanye berjudul Kony 2012 buatan Invisible Children. Organisasi Amerika tersebut ingin membuat Kony terkenal guna meningkatkan tekanan masyarakat internasional untuk menangkapnya.

Peran selebriti
Upaya itu berhasil. Dokumenter telah menjadi viral video dan sejak awal pekan lalu sudah diklik sedikitnya 20 juta kali. Seringkali viral video (film yang menyebar dengan cepat di dunia maya) berupa film-film lucu seperti beruang panda yang bersepatu roda. Tapi dokumenter berdurasi setengah jam tentang pelanggaran HAM yang dilakukan seorang pemimpin pemberontak Afrika?

Menurut pakar internet Roeland Stekelenburg, para pembuat dokumenter memang sangat piawai. “Mereka berhasil mendapat dukungan beberapa orang terkenal Amerika. Selebriti itu memperkenalkan aksi tersebut lewat media sosial seperti Facebook dan Twitter. Setelah itu aksi cepat sekali beredar di dunia internet.”

Siapa Kony?
Kampanye antara lain didukung bintang-bintang Amerika seperti Rihanna, P. Diddy dan Vanessa Hudgens. Lewat Twitter mereka meminta perhatian atas Joseph Kony.

Baca Juga :  Presiden ke 44 Amerika Serikat

#stopkony dan #kony2012 menjadi trending topic (topik hangat) internasional. Banyak remaja Belanda pun tertarik dengan topik seputar pemimpin LRA tersebut. Tweet mereka berbunyi:

Wie de fak is Kony? (Siapa itu Kony?) Wie is die Kony? Overal zie je zijn naam. (Siapa sih Kony itu? Namanya muncul di mana-mana) Wie legt me dat Kony-gebeuren ff uit. (Siapa bisa menjelaskan pada saya kasus Kony ini) Wie is Kony man, iedereen praat daar over? (Siapa itu Kony, semua orang membicarakan dia) Is Kony geen filiaalleider bij Ikea Delft? (Bukannya Kony itu bos cabang Ikea di Delft?)

Situs web Kony2012.com memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Orang bisa menonton film dokumenter di sana, menandantangi petisi dan menyumbang dana. Situs web juga menjual kaos, gelang dan poster “Kony 2012”.

Titik balik
Keberhasilan hebat kampanye ini juga menyulut kritik. Terutama terhadap Invisible Children yang dituduh memanipulasi fakta dan hanya menggunakan sepertiga dari donasi untuk membantu orang Uganda. Sisa dana digunakan untuk membayar gaji, ongkos jalan dan pembuatan film.

Jedediah Jenkins dari Invisible Children menyebut kritikan tersebut picik. Menurut dia, kampanye ini merupakan titik balik, karena membuat remaja merasa terlibat dengan nasib penduduk negara lain yang tidak pernah mereka pikirkan. Pakar internet Stekelenburg berhati-hati menyikapi dampak “Kony 2012”. “Menyukai sesuatu di Facebook tidak berarti berjuang untuk itu. Orang menjawab tweet Kony, karena ikut-ikutan. Jadi, belum tentu ada dampaknya.”

Baca Juga :  MUI Batalkan Shalat Subuh Berjamaah di Kupang

Masa-masa berjaya Seluruh dunia membicarakan soal Kony. Tapi apakah kampanye ini berdampak di Afrika sendiri? Koresponden Koert Lindijer: “Seperti apa yang sering terjadi dengan aksi untuk Afrika yang digelar di luar Afrika, kita lihat dinamikanya ada di Amerika dan Eropa. Joseph Kony tidak mengutamakan kawasan itu lagi. Dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, LRA sekarang tidak punya pengaruh lagi. Dan terutama di Kongo milisi lebih banyak membunuh orang dan melakukan pemusnahan ketimbang LRA. Masa kejayaan kelompok teror ini sudah berlalu. Ditinjau dari segi ini aksi orang Amerika ini agak terlambat.

Joseph Kony
Tentara Perlawanan Tuhan LRA pimpinan Joseph Kony sudah aktif sejak 1987. Pertama di Uganda, tapi kini kelompok tersebut juga beroperasi di Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah.

Daftar tindak kejahatan keji LRA terhadap warga sipil sangat panjang: pembunuhan, mutilasi, perkosaan, penculikan, perbudakan seksual serta pengerahan prajurit anak-anak. Tahun 2005 pemimpin pemberontak Joseph Kony didakwa Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag karena dianggap bersalah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, hingga sekarang Kony masih tetap bebas.(rnw)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]