Home / Pendidikan / Jurnalis Dituntut Peka Isu Perbatasan

Jurnalis Dituntut Peka Isu Perbatasan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Launching dan bedah buku "Merah putih tergadai di Perbatasan"

Launching dan bedah buku “Merah putih tergadai di Perbatasan”

NTTTERKINI.COM Kupang – Launching dan Bedah Buku berjudul “MerahPutih Tergadai Di Perbatasan”, menjadi isu yang menarik bagi jurnalis agar lebih peka terhadap persoalan-persoalan yang muncul di wilayah batas negara Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Seluruh isi dalam buku tersebut merupakan bukti nyata persoalan yang ada di wilayah perbatasan, maka jurnalis di tuntut peka menyuarakan masalah perbatasan,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Dion Putra, Jumat, 27 Oktober 2017.
Dalam buku yang ditulis Anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Jemmy Setiawan itu menceritakan secara detail persoalan-persoalan fakta yang terjadi di daerah perbatasan, sehingga kalangan media dapat menjadikan referensi untuk mengali lebih jauh persoalan yang dapat disuarakan demi menjaga keutuhan negeri. “Buku ini bisa jadi referensi untuk menggali persoalan di Perbatasan negara,” katanya.
Sementara itu, Akademisi Universitas Nusa Cendana(Undana) NTT, David Pandie mengatakan wilayah perbatasan seringkali menjadi tempat eksploitasi dengan berbagai kepentingan, dengan begitu gencarnya
pembangunan di mulai dari perbatasan berbanding terbalik dengan kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya.
“Terkesan menunjukkan perbatasan kita bagus secara fisik, namun tidak pada
persoalan manusia,” kata David.
Berdasar data, penduduk perbatasan yang ada di batas darat sekitar 3 ribu kilometer, perbatasan laut sebanyak 92 pulau di 40 kabupaten/kota di Indonesia. ”Upaya untuk fokus membangun perbatasan dengan
infrastruktur, penting. Namun jangan lupa pula, bagaimana membangun pemberdayaan ekonomi masyarakatnya,” tambahnya.
Buku Merah Putih Tergadai Di Perbatasan, merupakan karya salah satu anggota DPRD NTT, Winston Rondo bersama Jemmy Setiawan seorang aktivis yang diluncurkan guna menggugah dan menumbuhkan rasa
nasionalisme di kalangan generasi muda dan akademisi agar merah putih sebagai warisan bangsa tidak tergadai di perbatasan.
“Tema nasionalisme merupakan tema penting terutama bagi generasi muda, generasi milenial dan akademisi yang sekarang jauh dari perjuangan fisik langsung,” kata Winston. (Lid)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  Hanya 32 Sekolah di NTT Gelar UN Berbasis Komputer

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]