Home / Ekbis / Kades Dingatkan Manfaatkan Dana untuk Pemberdayaan Masyarakat

Kades Dingatkan Manfaatkan Dana untuk Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Paul Limu saat memantau sistem pengairan tanaman holtikultura

NTTTERKINI.COM, Waibakul – Bupati Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Paulus Limu mengingatkan para kepala desa (Kades) di daerah itu agar dana desa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Paulus saat melakukan panen perdana sayur Sawi Naga Oka dari kelompok tani Anamanu pada khir pekan lalu.

Kabupaten Sumba Tengah memiliki 65 desa dengan anggaran dana setiap desa pertahunnya mencapai Rp1,4 M  hingga Rp1,8 M.

Menurut dia, jika setiap desa mengoptimalkan dana tersebut untuk pemberdayaan masyarakat, maka julukan Kabupaten termiskin secara perlahan akan hilang. “Jika pemberdayaan masyarakat ditingkatkan secara terus menerus, maka stigma miskin akan hilang,” ujarnya.

Kelompok tani Anamanu merupakan kelompok yang sangat menonjol dari Desa Wairasa Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, karena kelompok tani Anamanu memberikan kontribusi yang besar dari hasil holtikultura.

Baca Juga :  Dana Desa Halibasar Malaka Diduga Dipangkas

Paulus mengatakan kelompok sayur Anamanu di Desa Wairasa merupakan salah satu dari kelompok-kelompok lainnya di Sumba Tengah yang menjadi model pengembangan holtikultura.

“Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas kreasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh kelompok sayur Anamanu ini lewat pengembangan sayur mayur,” katanya.

Perekonomian masyarakat Sumba Tengah, katanya, masih sangat rendah, karena masyarakat hanya mengandalkan hasil padi sawah untuk menopang kebutuhan harian.

Hal itu tentu kurang berdampak positif bagi masyarakat, sehingga salah satu caranya untuk meningkatkan perekonomian adalah pengembangan sayur mayur.

“Saat ini sayur mayur sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kelompok tani harus terus berinovasi untuk mencukupi kebutuhan sayur di daerah ini. Kami akan terus menghimbau kepada seluruh kepada Desa dan pendamping terus memberikan dorongan kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  2013, NTT Antarpulaukan 50 Ribu Ekor Sapi

Permasalahan air sudah tentu menjadi kendala, maka Pemerintah akan membantu lewat sumur bor yang menggunakan tenaga surya agar permasalahan air dalam pengembangan sayur mayur ini bisa teratasi.

Kepala Desa wairasa Yeheskiel Lodja mengatakan jenis sayur yang ditanam oleh kelompok Tani Anamanu adalah sayur Pitsay Naga Oka, dan ditanam diatas lahan seluas 4 hektare. Satu pohon sayur dipatok Rp 10.000 per pohon, sehingga sekali panen dapat menghasilkan Rp. 200.000.000.

“Kelompok ini sangat antusias dan kami terus mendorong agar kelompok lain yang ada di Desa Wairasa dapat belajar di kelompok ini, sehingga menjadi kolompok yang mandiri,” imbuhnya.

Kelompok tani Anamanu juga menanam ribuan pohon tomat , lombok dan umbi – umbian, sehingga ini menjadi kelompok yang sangat diproritaskan untuk pasokan kebutuhan sayur mayur di kabupaten sumba tengah. (*/Amb).

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]