Home / Hukrim / Kadis PPO Kota Kupang Tersangka Korupsi Pembangunan SMK

Kadis PPO Kota Kupang Tersangka Korupsi Pembangunan SMK

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.com, Kupang – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang, Maxwel Halundaka ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran tahun 2011 yang merugikan negara Rp 150 juta.

Kadis PPO ditetapka sebagai tersangka bersama Kabid Pendidikan Menegah dan Kejuruan, Damianus Modjo, mantan Kepala sekolah SMK Pelayaran Kupang, Veronika Moi, dan ketua komite sekolah, Pascalis Laki.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Tito Basuki Priyatno mengatakan Maxwel Halundaka cs ditetapkan sebagai tersangka, karena peran mereka yang menyepakati pengalihan anggaran pembangunan ruang kelas baru di SMK Pelayaran Kupang ke SMK tujuh. Padahal sesuai petunjuk teknis perubahan lokasi pembangunan harus mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional.

Baca Juga :  NTT Urutan Lima Peredaran Gelap Narkoba

“Hingga kasus ini diselidiki belum persetujuan pengalihan anggaran tersebut. Tak hanya itu, hingga akhir tahun anggaran berakhir pembangunan ruang kelas baru itu juga belum selesai,” katanya.

Dari total anggaran sebesar Rp 490 juta, hasil penghitungan kerugian negara dalam pembangunan gedung itu sebesar Rp 150 juta. Sedangkan, keuangan negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp 340 juta. “Jumlah kerugian negara sesuai dengan besaran dana yang sudah dicairkan,” katanya.
Berkas perkara Kadis PPO cs juga telah diserahkan Polres Kupang Kota ke Kejaksaan Negeri Kupang, namun dikembalikan Kejaksaan agar Polres Kupang Kota memperbaiki Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). “Kami minta agar SPDP-nya di bagi menjadi empat, sehingga diperiksa oleh empat penyidik,” kata Kasi Pidsus Kejari Kupang, Tejo Sumarmo.
Sementara itu, Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Maxwel Halundaka, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses hukum yang sudah berjalan. Dia mengaku sudah pernah diperiksa polisi sebagai saksi dan tersangka dalam kasus itu. “Saya akan mengikuti proses hukum yang sudah berjalan,” katanya. (Dem)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]