Home / Hukrim / Kalah di PN dan PT, Warga Tablolong Ajukan Kasasi

Kalah di PN dan PT, Warga Tablolong Ajukan Kasasi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Daud Bella bersama anaknya saat berikan keterangan pers

Daud Bella bersama anaknya saat berikan keterangan pers

NTTTERKINI.COM, Kupang – Daud Bella, warga Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), setelah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi dan Pengadilan Tinggi (PT) mengalahkan mereka dalam kasus sengketa tanah di desa tersebut.

“Besok, kami akan mendaftarkan memori kasasi, karena batas waktu hingga akhir bulan ini,” kata Nopla Bella, anak Daud Bella kepada wartawan di Kupang, Rabu, 24 Agustus 2016.

Menurut dia, penggugat Zakarias Seseli membeli lahan seluas 14.400 meter persegi dari Herman Bupu, warga Tablolong. Dalam lahan itu termasuk lahan seluas 4.600 meter persegi milik Daud Bella. Padahal lahan itu tidak pernah di jual Daud Bella, akibatnya Zakarias menggugat Daud ke Pengadilan. “Lahan kami seluas 4.600 meter persegi yang digugatnya,” kata dia.

Baca Juga :  Danlantamal VII Kupang Ancam Pecat Anggota Pengguna Narkoba

Dia menduga ayahnya dikalahkan oleh hakim di tingkat pertama dan tinggi, karena diduga adanya permainan uang (suap). Karena dia mengaku heran, penggugat hanya mengajukan kuintasi jual beli lahan sebesar Rp5 juta bisa dimenangkan oleh pengadilan. “Saya masih merasa heran, hakim bisa menangkan gugatan yang hanya mengandalkan kuintasi jual beli tanah,” katanya.

Dalam gugatan di PN Kupang, Daud kalah. Hal yang sama diterima Daud pada gugatan di Pengadilan Tinggi. Padahal, Nopla, dalam persidangan itu, tergugat hanya mengandalkan kuitansi jual beli tanah seluas 14 ribu meter persegi, tanpa pelepasan hak (PH) dan sepengetahuan aparat desa. “Kami menduga kuintasi yang dimasukan palsu,” katanya.

Baca Juga :  Mantan Kadistamben Ende Tetap Dipenjara 4 Tahun

Yang menjadi heran, tegas dia, hakim justru mengabulkan gugatan tersebut hanya dengan sebuah kuintasi yang tidak jelas. Sedangkan, hakim tidak pernah memeriksa dokumen milik Daud yang dimiliki seperti dokumen pajak, surat kepemilikan tanah dari desa, surat penguasaan fisik dan denah tanah. “Kami menduga hakim telah disuap oleh penggugat,” tegasnya.

Putusan hakim yang dinilainya tidak inpenden tersebut, maka Daud bersama anaknya telah melaporkan Hakim PN Oelamasi kepada Komisi Yudusial (KY). “Kami sudah laporkan juga ke KY,” ujarnya. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]