Home / Polkam / Kampanyekan Salah Satu Cagub, Dua Oknum PNS Ditangkap

Kampanyekan Salah Satu Cagub, Dua Oknum PNS Ditangkap

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome

NTTTERKINI.COM, Sabu – Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap dan diusir Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sabu Raijua, karena diduga melakukan kampanye bagi salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018.

“Kami sudah usir kedua PNS tersebut untuk meninggalkan daerah ini dalam tempo 1×24 jam,” kata Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang dihubungi dari Kupang, Senin, 11 Februari 2013.

Kedua oknum PNS yang diamankan itu yakni Kepala Rumah Tangga pada Biro Umum Setda NTT, Takem Radja Pono dan salah kepala bidang di Biro Kesra Setda NTT, Korenius Herewila.

Marthen mempertanyakan kedatangan dua pejabat Pemprov itu ke Sabu Raijua dengan mengunjungi beberapa wilayah di daerah itu, tanpa surat tugas yang jelas. “Mereka datang tanpa surat tugas, lalu memprovokasi masyarakat dimana-mana. Itu yang kami jaga,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Parpol Tidak Mendaftar di Kota Kupang 

Marthen mengatakan, kedatangan keduanya PNS asal Sabu Raijua itu, apakah merupakan bagian dari gerakan pulang kampung (GPK). Kalau itu, tentu menjadi pertanyaan, karena tidak diketahui kedatangan keduanya dalam rangka apa? Karena tidak hubungannya. Apalagi tanpa surat tugas.

Setelah diamankan Pol PP, keduanya beralasan sedang mengunjungi keluarga di Sabu, tapi anehnya, kegiatan keduanya memprovokator warga di daerah ini agar memilih salah satu pasangan calon Gubernur NTT. “Akhirnya mereka mengakui datang ke Sabu dalam rangka mengkampanyekan salah satu pasangan calon gubernur NTT,” katanya.

Kegiatan keduanya, menurut Marthen, haram hukumnya bagi seorang PNS, jika terlibat atau sengaja melibatkan diri dalam politik praktis. Karena itu, baik pejabat atau pasangan calon yang bersangkutan, sebenarnya tidak saling melibatkan. “Jangan karena PNS itu bawahan mereka, lalu ditugaskan untuk lakukan kampanye,” katanya.

Baca Juga :  Penetapan Jonas Salean Diadukan ke Panwaslu

Penangkapan itu, karena Marthen menginginkan agar hajatan politik secara bebas. Tidak boleh kebebasan itu diinteversi oleh siapa pun. “Sudah terbiasa pejabat dari provinsi datang memberikan bantuan kepada masyarakat menjelang pilkada,” katanya.

Harusnya, masyarakat dibiarkan memilih sesuai hati nurani. Apa yang mereka lihat dan mereka tahu. Khusus untuk incumbent, misalnya, tidak perlu repot-repot melakukan kampanye, karena semua sudah jelas. “Saya berkesimpulan, apa yang mereka buat adalah ketakutan, jangan sampai kalah dalam pilkada. bukan usaha untuk menang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Rumah Tangga pada Biro Umum Setda NTT, Takem Radja Pono yang coba dihubungi via telepon berada di luar jangkauan. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]