Kapal Plataran Phinisi yang Ditumpangi Wartawan Tenggelam di Labuan Bajo

0
375

Penumpang kapal phinisi usai dievakuasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kapal.layar motor (KLM) Plataran Phinisi yang ditumpangi sejumlah wartawan yang meliput kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tenggelam di perairan Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 21 Januari 2020.
Kepala bidang Humas Kepolisian daerah (Polda) NTT, Komisaria Besar Johannes Bangun melalui siaran pers menyebutkan pada Selasa sekitar pukul 12.00 wita bertempat di Perairan sekitar pulau Bidadari telah terjadi kecelakaan laut yakni tenggelamnya Kapal KLM. Plataran Phinisi Bali GT 32 milik Pltaran Resort Labuan Bajo saat berlayar dari Perairan Pulau Bidadari menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo dengan titik kordinat kejadian -8°28’36″S 119°51’13″E
Adapun kronologis kejadian, kata dia, berdasarkan keterangan Kapten Kapal Plataran Phinisi Bali, Andy Ahmad, sekitar pukul 11.00 wita, Kapal KLM Plataran Phinisi Bali yang membawa 9 orang tamu Pers Kepresidenan bertolak dari Dermaga Kayu Plataran Resort Labuan Bajo menuju ke Bidadari yang berjarak sekitar 0,5 mil untuk melakukan kegiatan pengambilan gambar panorama dengan menggunakan layar kapal.
Kalpal itu ditumpangi 16 orang yakni 1 orang Kapten Kapal, Andy Ahmad, 3 orang ABK/Crew Kapal (Densi Gau 40 tahun, Muhamad Roni 20 tahun, Muhamad wahyu 20 tahun). 12 Orang Tamu (1 orang Istri ABK/Crew Kapal, 1 orang anak ABK/Crew Kapal.
Adapun 9 orang tamu Pers/media Kepresidenan yakni Edho Ferdinazah, 38 tahun, Anindyka Pribadi, 28 tahun, Sri Krismastianti Barumo Suryo Kusumo, 28 tahun, Agus Rahmat, 34 tahun, Agus Susilo, 39 tahun, Deska Nidia Natalia, 33 tahun, Lisa Ekeham, 26 tahun, Nita Sari, 40 tahun, Iwan l 40 tahun, Jack (guide), Hasnintang 38 tahun (istri ABK), Danis. Laki-laki, umur 9 tahun (anak ABK).
Pukul 11.30 wita saat telah tiba di Perairan Bidadari posisi kapal langsung berputar haluan menuju ke arah Labuan Bajo dan kapal terus berlayar.
Pukul 12.00 wita tiba-tiba angin kencang menerpa kapal, dimana layar kapal yang sebelumnya digunakan saat berlayar belum sempat diturunkan, sehingga kapal langsung terbalik dan terjatuh ke sebelah kiri.
“Pada saat itu juga Kapten Kapal dan Crew Kapal langsung mengeluarkan Life Jacket dan Life Raf untuk digunakan oleh para penumpan,” katanya.
Pukul 12.15 wita 3 speed boat milik Plataran menuju ke Perairan Bidadari untuk mengevakuasi seluruh penumpang kapal yang selamat dan langsung dibawa menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo.
Penanggung jawab Pihak Pelataran/pemilik plataran resort), Joshua membenarkan kapal Pinisi Bali Pelataran tenggelam di dekat perairan Bidadari yang memuat penumpang dari Media/wartawan berjumlah 9 (sembilan) orang.
“Kapal tersebut memang hanya untuk berputar- putar dekat perairan Bidadari dengan tujuan mengantar para wartawan untuk meliput,” katanya.
Dijelaskan, saat kapal memulai perjalanan dari pelabuhan pelataran cuaca saat itu masih cukup tenang. “Mengetahui kapal Pinisi bali Pelataran tenggelam maka speed boat kami sebanyak 3 (tiga) unit langsung melakukan evakuasi para penumpang dan Kru ABK kapal,  dikarenakan jarak pandang lokasi kejadian dengan hotel itu sangat jelas,” katanya.
Penyampaian kepala Syahbandar Labuan Bajo, Simon Baun bahwa sesuai dengan data BMKG bahwa cuaca menjelang Hari raya Imlek ini sangat tidak bersahabat, sehingga kapal yang hendaknya berlayar sebaiknya berkoordinasi dengan pihaknya.
“Kami ingin menyampaikan kepada pihak pelataran bahwa sesuai prosedur yang ada bahwa setiap pergerakan kapal untuk segera dikoordinasikan ke pihak syahbandar, agar kam8 bisa saling berkoordinasi,” tegasnya.

Seluruh korban penumpang kapal adalah Pers/media kepresidenan, dan Kapal Plataran Phinisi Bali yang tenggelam bukan kapal yang ditumpangi Presiden RI 20 Januari 2020. Hingga saat itu Kapal Plataran Phinisi Bali masih karam di perairan Bidadari. (*/Ado)

Komentar ANDA?