Home / Polkam / Kasus Bansos Rp47 Miliar mengendap di KPK

Kasus Bansos Rp47 Miliar mengendap di KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Adnan Pandu Praja

Adnan Pandu Praja

NTTTERKINI.COM, Kupang – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja mengakui, kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2010 sebesar Rp74 miliar di lingkup pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur belum ditindaklanjuti.

“Laporan tentang dugaan penyalahgunaan dana Bansos di NTT sudah ada, namun belum bisa ditindaklanjuti. Bayangkan saja, setiap tahun laporan masyarakat yang masuk ke KPK sekitar 6.000, jadi kita tentu akan menyikapinya secepatnya,” kata Adnan Pandu Praja kepada pers di Kupang usai kegiatan penandatanganan komitmen berintegrasi dan deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kupang, Rabu27 Februari 2013.

Adnan mengatakan, setiap laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pasti akan ditindaklanjuti oleh KPK sejauh ada fakta dan bukti yang kuat dan akurat. KPK juga tentu akan melakukan investigasi terhadap laporan itu. “Kita akan tindak lanjuti kasus Bansos ini. Sabar sajalah,” kata Adnan.

Baca Juga :  Bangun Infrastruktur Kota Kupang Butuh Rp 178 Milliar

Untuk diketahui, kasus dugaan penyalahgunaan dana Bansos tahun 2010 sebesar Rp74 miliar di lingkup pemerintahan provinsi NTT antara lain untuk sewa pesawat ke beberapa daerah, perjalanan dinas ke China serta sejumlah penggunaan yang tidak sesuai peruntukan.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana Bansos itu sudah dilaporkan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) yang dipimpin Petrus Salestinus. Selain itu, ada kelompok masyarakat NTT yang berdomisi di Jakarta juga melaporkan hal yang sama kepada KPK. (Avi)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]