Home / Hukrim / Kasus Kekerasan dan Sexual Marak di Sikka

Kasus Kekerasan dan Sexual Marak di Sikka

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Kapolres Sikka Made

Kapolres Sikka Made Kusuma

NTTTERKINI. COM, Maumere – Kapolres Sikka I Made Kusma Jaya menyebutkan kasus kekerasan, pencurian dan seksualitas sebagai gangguan kamtibmas yang mencuat di Kabupaten Sikka selama tiga tahun terakhir ini. Kekerasan yang terjadi berupa penganiayaan, keroyok, pengrusakan, dan pembunuhan. Sedangkan seksualitas berupa persetubuhan terhadap anak, perzinahan, pemerkosaan, dan pelecehan seksual.

Hal ini diungkapkan Kapolres saat memberikan materi bagi siswa di Maumere, Sikka belum lama ini. Dia menguraikan pada 2014 terdapat 248 kasus, kemudian menurun menjadi 180 kasus di 2015 dan turun lagi menjadi 170 kasus di 2016. Sayangnya, trend menurunnya jumlah gangguan kamtibmas tidak seimbang dengan penyelesaian kasus. Pada 2104 terdata 130 kasus yang diselesaikan, lalu hanya 126 kasus di 2015, dan 131 kasus di 2016.

Baca Juga :  Kantor Gubernur NTT Terbakar saat Gubernur hendak Syukuran

Dia mengatakan kurangnya jumlahnya personil di wilayah hukum Polres Sikka, hanya 454 personil, yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk sebanyak 370.983 jiwa menjadi kendala penanganan kasus di Sikka. Dia mengibaratkan 1 orang polisi harus mengamankan 817 penduduk daerah ini.

Made menyebutkan salah satu fungsi strategis kaum muda yakni sebagai penerus masa depan. Karena itu dia mengajak para pelajar di Kabupaten Sikka, yang adalah kaum muda untuk menjadi polisi bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Sebagai agen perubahan dan penerus masa depan, katanya, pemuda harus terus berupaya meningkatkan kualitas diri agar menjadi aktor pembangunan di bidang Ipoleksosbudhankam. Kaum muda juga harus memahami norma agama, kesopanan, kesusilaan dan norma hukum sebagai landasan dalam bertutur kata, bersikap dan berbuat.

Baca Juga :  Ditahan Jaksa, Mantan Kepsek SMKN 3 Kupang Menangis

Selain itu, tambahnya, kaum muda harus menjadi teladan dalam berdisplin dan patuh hukum untuk dapat dicontoh oleh kelompok masyarakat lainnya. Juga peduli terhadap kondisi lingkungan sosial yang mendorong terjadinya instabilitas.

“Pemuda harus menjadi pelopor bagi terselenggaranya siskamling dan gerakan sadar hukum dan keamanan,” pintanya. (Vik)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]