Home / Sosbud / Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTT Capai 1.119

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTT Capai 1.119

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Menteri PPA Yohana Yambiise

Menteri PPA Yohana Yambiise

NTTTERKINI.COM, Kupang – Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak 2014- 2016 telah mencapai 1.119 kasus. Sedangkan kasus perdagangan orang sebanyak 1.667.

Tingginya angka tersebut, maka P2TP2A NTT, melakukan pendekatan melalui program Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan Hak anak (PUHA). “PUG dan PUHA menjadi satu strategi yang disiapkan pemerintah atasi persoalan perempuan dan anak,” kata Kepala Dinas P2TP2A NTT, Maria Usboko pada pembukaan Rapat Koordinasi PP-PA, Kamis, 4 Mei 2017.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), Yohana Yambise perlu adanya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perempuan dan anak untuk menekan angka kekerasan. “Untuk peningkatan SDM ini perlu peran keluarga,” katanya.

Baca Juga :  Kesulitan BBM, Nelayan Oeba Geruduk DPRD Kota 

Menurut dia, pemberdayaan perempuan dan anak merupakan isu utama yang di bahas di seluruh belahan dunia. Persoalan keluarga yang kompleks, diantaranya salah asuh terhadap anak dan pernikahan yang buruk menyebabkan perempuan menjadi korban dan anak-anak terlantar.

“Kami lebih fokus lagi persoalan perempuan dan anak, tidak bisa di lihat dengan biasa-biasa saja, karena jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perdagangan orang begitu tinggi,” tambah Yohana. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]