Home / Pendidikan / Kasus Kemanusiaan di NTT, Isu Menarik Investigasi

Kasus Kemanusiaan di NTT, Isu Menarik Investigasi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Investigasi bersama tempo

NTTTERKINI.COM, Kupang – Maraknya kasus human traffiking di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa dijadikan isu yang menarik untuk dilakukan investigasi oleh jurnalis di daerah itu.

“NTT secara umum menjadi basis tindakan kejahatan manusia, dan hal tersebut menjadi isu yang sangat untuk menjadi isu liputan investigasi,” kata Perwakilan Tempo Institute, Remidi dalam pelatihan jurnalis Investigasi Bersama Tempo (IBT), Senin, 21 Mei 2018.

Tempo Institute menggelar workshop di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang Investigasi Bersama Tempo (IBT) yang diikuti kurang lebih 50 wartawan di daerah itu. “Workshop ini guna mengajak jurnalis dari Kupang untuk mengikuti IBT,” katanya.

Kenapa di NTT, menurut dia, karena NTT merupakan basis tindakan kejahatan kemanusiaan, seperti Human Trafficking, sehingga menjadi sebuah isu menarik bagi para jurnalis untuk jadikan liputan investigasi.

Baca Juga :  Mahasiswa Tuntut Penuntasan Gelar Berkley Rektor PGRI

Dalam pelatihan tersebut, kata dia, liputan investigasi membutuhkan waktu yang lebih lama di banding liputan lainnya dalam tugas seorang jurnalis, karena liputan investigasi membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data, penelusuran tokoh serta pengujian.

Redaktur Pelaksana Investigasi Majalah Tempo, Bagja Hidayat mengatakan liputan investigasi biasanya muncul dari pertanyaan kecil dan rasa ingin seorang jurnalis dengan tujuan mengungkapkan kebenaran di balik kejadian, sehingga jurnalis harus peka dari hal kecil dan mampu mengembangkan serta mengungapkan sebuah peristiwa kejahatan yang terselubung.

“Jurnalis harus peka dan selalu ingin tahu atas kejahatan besar. namun terlihat sepele dan memiliki dampak besar bagi banyak orang karena menyangkut sebuah kebenaran,” kata Bagja.

Baca Juga :  Hebat..Komandan KRI Teluk Hading asal Kupang

Pelatihan investigasi dilakukan di beberapa kota diantaranya kota Kupang, Jayapura, Surabaya, Bali, Kalimantan dan Palembang dalam rangka peningkatan kapasitas jurnalis, dalam investigasi sebuah isu dengan mengungkapkan secara benar dan akurat agar warga mendapat informasi yang utuh, mendalam dan bebas kepentingan terkait sebuah kasus yang terjadi. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]