Kasus Lany Koroh, UPG 45 Tak Penuhi Panggilan DPRD NTT

0
617

Rapat Gabungan Komisi DPRD NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak memenuhi panggilan Komisi II dan V DPRD NTT terkait pengaduan salah satu dosen di universitas tersebut, Lany Koroh.
Rapat gabungan komisi itu dipimpin Wakil Ketua Komisi V, Muhamad Ansor. Dia mengatakan Komisi V sudah bertemu Lanny Koroh dan mendengarkan keluhannya. Oleh karena itu, sesuai rekomendasi untuk menghadirkan pihak UPG 45 dalam rapat gabungan tersebut.
“Ada konfirmasi pada hari ini, dan jawaban dari UPG bahwa rektornya tidak bisa hadir pada hari ini, dengan alasan rektornya sementara berada di Jakarta, dan mereka telah menyampaikan permohonan maaf  kepada Ketua DPRD,” kata Ansor.
Namun, kata Ansor, jika rektor tidak bisa hadir, maka harus ada perwakilan dari UPG 45 yang hadir dalam rapat gabungan ini. Dengan ketidakhadiran UPG 45 itu, bukan berarti tidak akan ada kelanjutan dalam pemabahasan masalah yang melilit Dosen lulusan Udayana tersebut dengan Kampus yang diwadahi Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (YPL PT PGRI) NTT.
Walaupun tak dihadiri rektor UPG 45, rapat gabungan komisi tetap digelar. Kepala Biro Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Thomas Suban Hoda mengatakan Dinas Kopnakertrans NTT sudah menerima surat pengaduan dari Dr Lanny dan ditindaklanjuti dengan pemanggilan UPG 45 untuk hadir ke kantor guna memberikan klarifikasi, Namun hal tersebut tidak digubris UPG 45 dengan menguatkan ketidakhadiran mereka.
“Panggilan yang disampaikan pihak yang bertikai, hanya  kepada UPG 45 Ibu Lanny bersama pendamping yang hadir,” katanya.
Tiga srikandi di DPRD NTT, Ana Waha Kolin, Renny Marlina Un dan Kristin Patty menyampaikan kekesalan mereka kepada UPG 45 yang tidak menghargai lembaga DPRD untuk memediasi persoalan tersebut. 
“Kalau tidak mau dimediasi oleh DPRD, maka sebaiknya masalah ini dibawah ke pengadilan, sehingga tahu siapa yang kalah dan menang. Ini tidak ada itikad baik dari UPG 45 dan menghargai lembaga ini,” kata Renny Marlina Un.
Wakil Ketua Komisi V, Kristin Patty meminta rapat gabungan komisi untuk merekomendasikan untuk menghadirkan rektor UPG 45 dan Lanny Koroh. “Sebetulnya dia (UPG 45) pikir hidup sendiri barang kali, tidak ada hubungan dengan Pemerintah maupun DPRD,” kata kesal. (*/Ado)

Komentar ANDA?