Home / Hukrim / Kejati Didesak Ungkap Dugaan Korupsi Bansos

Kejati Didesak Ungkap Dugaan Korupsi Bansos

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, Selasa, 12 November 2013 menggelar aksi unjuk rasa menuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami mendesak kejati agar memroses dugaan korupsi dana Bansos senilai Rp 74,8 miliar,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) PMKRI saat unjuk rasa di Kejati NTT, Igo Melkior.

Temuan BPK NTT atas penyelewengan pengelolaan keuangan negara pemerintah provinsi NTT tahun anggaran 2012 sebesar Rp 6,8 milar dan penyelewengan dana Bansos tahun anggaran 2010 dan 2011 sebesar Rp 74,8 miliar hingga kini belum ditindak lanjuti.

Baca Juga :  Petani di TTS Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dia menilai penyelewengan dana Bansos selama tiga tahun berturut-turut dari 2010 hingga 2012 sesungguhnya telah memberikan andil terhadap kemiskinan di daerah ini. “Sayangnya aparat penegak hukum di daerah ini terus membiarkan kasus korupsi itu terkatung-katung tanpa penyelesaian,” katanya.

Karena itu, mereka mendesak Kejati NTT untuk lebih responsive dan segera menindaklanjuti setiap temuan BPK yang berindikasi mengandung unsur korupsi. “Kejaksaan terkesan hanya menunggu saja, tanpa ada upaya untuk menjemput bola,” katanya.

Kepala kejaksaan tinggi NTT, Mangihut Sinaga tidak berhasil ditemui mahasiswa, karena sedang berada di luar daerah. Mahasiswa diterima Asisten Intel, Gasper Kase dan Asisten bidang Pidana Khusus, Paris Pasaribu. Keduanya mengaku akan meneruskan pernyataan sikap mahasiswa kepada Kajati yang sedang bertugas ke luar daerah. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]