Home / Hukrim / Keluarga Korban Penembakan Tuntut Pelaku di Hukum Berat

Keluarga Korban Penembakan Tuntut Pelaku di Hukum Berat

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Deki Sahetapy

Deki Sahetapy

NTTTERKINI.COM, Kupang – Keluarga tahanan yang menjadi korban penembakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan Sleman, Yogyakarta meminta pelaku di hukum berat. Karena melakukan penembakan di dalam LP.

“Kami minta agar pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Siapa yg bersalah harus di hukum,” kata Robert Riwu, keluarga Gamaliel Yemi Tarto Rohi Riwu, 33 tahu kepada wartawan di Kupang, Sabtu 23 Maret 2013.

Gamaliel merupakan satu dari empat tahanan LP Cebongan yang dibunuh oleh sekelompok bersenjata pada Sabtu dini hari. Tiga tahanan lainnya yang tewas adalah Yohanes Yuan Manbait, Andrianus Sandragalaja dan Hendrik Angel Sahetapy. Seluruh korban berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Isak Tangis Sambut Jenasah Korban Penembakan

Keluarga juga mempertanyakan minimnya penjagaan di LP yang mneyebabkan orang bisa menerobos masuk dan melakukan penembakan. “Kalau orang sudah ditahan di LP itu artinya sudah dalam perlindungan negara. Kenapa mereka harus dibunuh,” katanya.

Keluarga mengaku tidak menerima itu, dan negara harus bertanggungjawab. Jika para tahanan tersebut bersalah, maka harus diproses secara hukum, karena Indonesia adalah negara hukum, bukan berlaku hukum rimba. “Ini negara hukum,” tegasnya.

Karena itu dia meminta aparat keamanan segera menangkap pelaku penembakan tersebut dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Menurut Robert, empat orang yang ditahan terkait kasus pidana tersebut masih berstatus terduga pelaku.

Pasalnya mereka belum diproses hukum sehingga belum bisa menyandang status tersangka. Apalagi menurut, salah satu korban yakni Yohanes Yuan Manbait, saat terjadi perkelahian di cafe, dia hanya melerai perkelahian tersebut. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]