Home / Kesehatan / Keracunan Biskuit, 8 Siswi Dilarikan ke Rumah Sakit

Keracunan Biskuit, 8 Siswi Dilarikan ke Rumah Sakit

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Salah seorang siswa yang keracunan biskuit

Salah seorang siswa yang keracunan biskuit

NTTTERKINI.COM, Maumere – Delapan siswi Kelas 3B SD Inpres Madawat Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu, 15 Maret 2017 sekitar pukul 12.00 Wita dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) RSUD TC Hillers Maumere. Mereka diduga keracunan setelah mengonsumsi biskuit jenis Roma Kelapa yang sudah kadaluarsa.

Korban keracunan dibaringkan di tempat tidur dan mendapat perawatan dari petugas medis. Mereka diberi susu dan sejumlah cairan lain. Salah satu siswa, Rilis Vera mengaku sempat mengonsumsi dua potong biskuit Roma Kelapa tersebut. “Kami makan biskuit beramai-ramai. Kurang lebih setengah jam kemudian, dia merasa pusing dan mual,” katanya.

Beberapa temannya yang ikut mengonsumsi biskuit tersebut juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka pun melapor wali kelas mereka. Pihak sekolah mengambil kebijakan segera membawa para siswi ke rumah sakit.

Baca Juga :  Nasdem Kota Kupang Gelar Pengobatan Gratis

Wali Kelas 3B, Bernadetha de Rosary mengatakan pada waktu istirahat sekitar pukul 09.10, seorang murid bernama Reva menunjuk satu bungkus biskut Roma. Guru Bahasa Indonesia ini pun mengambil beberapa potong. Dia sempat makan satu potong, dan lainnya dia bagikan kepada rekan guru.

“Kami makan bersama-sama di ruang kelas. Saya ambil beberapa potong dan bagi ke rekan guru yang lain. Terus anak-anak 8 orang ini juga makan sama-sama. Waktu pelajaran terakhir, anak-anak mengeluh perut sakit, pusing, mual. Dan yang megeluh ini semuanya mengaku makan biskuit,” jelas Bernadetha de Rosary.

Menurut keterangan sejumlah korban, biskuit tersebut sudah lunak. Tapi mereka sama sekali tidak menduga kalau biskuit tersebut sudah kadaluarsa. Setelah dimakan, biskuit tidak lagi renyah sebagaimana biasanya. “Biskuit itu rasanya sudah pahit,” katanya.

Baca Juga :  13 Rumah Sakit Layani Pemeriksaan HIV-AIDS di NTT

Biskuit tersebut dibawa salah seorang murid bernama Reva dari rumahnya. Biskuit tersebut dibawa orang tuanya dari sebuah toko di Maumere yang hendak membuang biskuit kadalurasa tersebut. “Saya mengambil satu bungkus biskuit itu untuk makanan babi,” kata Wili, orang tua siswa.

Belum sempat beri makan babi, biskuit tersebut justru diambil anaknya dan dibawa ke sekolah. Setelah mendapat perawatan, kondisi kesehatan korban pun berangsur membaik. Orang tua pun membawa pulang anak-anak mereka. (Vik)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]