Home / Kesehatan / Ketiadaan Selang, Puluhan Pasien Cuci Darah Terlantar

Ketiadaan Selang, Puluhan Pasien Cuci Darah Terlantar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah ketika menerima para pasien cuci darah di Rumah Jabatan Ketua DPRD. (foto/LBT)

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sedikitnya 70 pasien cuci darah yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diterlantarkan, karena ketiadaan selang cuci darah di rumah sakit tersebut.

Terlantarnya pasien cuci darah itu di laporkan ke Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah, Sabtu, 26 Januari 2013 di rumah jabatan ketua DPRD.

Seorang Pasien cuci darah, Habel Dena, 50 tahun, mengatakan sudah hampir sepekan ini, pasien cuci darah di RSUD Johanis Kupang tidak bisa melakukan cuci darah, karena ketiadaan selang. “Nyawa kami terancam, karena tidak ada perhatian dari pihak RSUD Johanis,” katanya.

Baca Juga :  Bolos Sekolah, Belasan Siswa Dijaring Pol PP

Kejadian ini, menurut dia, bukan baru pertama kali terjadi, karena hampir setiap tahun pada saja masalah pada pasien cuci darah. “Untuk kesekian kalinya kami datang mengadu soal pelayanan RSUD terhadap pasien cuci darah yang sering diterlantarkan,” katanya.

Pasien lainnya, Emi Marsil, 50 tahun menilai masalah yang sering dihadapi pasien cuci darah ini mengancam nyawa mereka. Emmi telah melakukan cuci darah selama 6,7 tahun. “Kalau masalah ini terus terjadi, sama halnya dengan kami mau bunuh diri,” katanya.

Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah mengatakan pengaduan pasien cuci darah sudah berulang, namun tidak danya perhartian dari manajemen RSUD. Karena itu, dia berharap agar nyawa manusia jangan dipertaruhkan hanya karena manajemen RSUD Johanis yang buruk.

Baca Juga :  Jumlah Penderita HIV/AIDS, PNS Lebih Tinggi dari PSK

Dia juga menyesalkan manajemen RSUD yang sering menelantarkan pasien di rumah sakit itu. Karena itu, dia meminta pemerintah untuk mengevaluasi manajemen RSUD itu. “Masalah ini sudah berulang kali terjadi. Namun, tidak ada perhatian dari pihak RSUD, sehingga perlu dilakukan evaluasi,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Medah langsung menghubungi Alfons Anapaku terkait ketiadaan selan cuci darah itu. Alfons mengaku selang sudah ada di RSUD Johanes Kupang, sehingga pasien bisa melakukan cuci darah.

Alfons mengaku keterlambatan pengiriman selang cuci darah itu, karena RSUD Johanes Kupang harus membeli selan itu di Surabaya, Jawa Timur, karena hanya satu agen yang menjual selang tersebut. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]