Home / Polkam / Kisruh Pilkada, Nagekeo dan SBD dijabat Penjabat Bupati

Kisruh Pilkada, Nagekeo dan SBD dijabat Penjabat Bupati

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto

Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kisruh pemilu kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Nagekeo dan Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) berimbas pada penunjukan penjabat Bupati untuk menjalankan roda pemerintahan di dua daearah itu.

“Masih ada dua pilkada yang bermasalah, sehingga Bupati terpilihnya belum dilantik,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi NTT, Welem Foni kepada wartawan di Kupang, Kamis, 12 Desember 2013.

Pilkada Nagekeo, menurut dia, pemerintah NTT telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk memroses pelantikan Bupati terpilih yakni Elias Djo- Paul Nuwa Veto. “Kami masih menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” katanya.

Kendalanya di pemerintah pusat, katanya, karena direktur jenderal otonomi daerah juga menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur Riau sehingga sulit ditemui. “Kami belum bisa temui Dirjen Otda, karena tidak pernah berada di tempat,” katanya.

Baca Juga :  Baliho Caleg Mulai Bergelantungan di Pohon

Keterlambatan proses pelantikan ini, katanya, menyebabkan Nagekeo kini dijabat oleh penjabat Bupati. Sekda Nagakeo Yulius Lawotan dipecayakan sebagai penjabat Bupati Nagekeo. “Di Nagekeo sudah dijabat oleh penjabat Bupati, setelah masa tugas Bupati berakhir pada 10 November 2013,” katanya.

Kisruh Pilkada Nagekeo, karena pasangan yang kalah pada pilkada putaran pertama menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat ke Pengadilan tata usaha negara (PTUN) yang hingga kini belum diputuskan.

Hal serupa juga bakal terjadi di Sumba Barat Daya yang akan dijabat oleh penjabat Bupati, karena kekisruhan proses pilkada di daerah itu, sehingga pemerintah NTT belum mengusulkan Bupati terpilih ke pemerintah pusat untuk dilantik.

Baca Juga :  Malam Ini, KPU Kota Kupang Putuskan Nasib Jonas Salean

Masa jabatan Bupati SBD akan berakhir pada 27 Desember 2013. “Jika proses pelantikan belum usai hingga akhir masa jabatan bupati, maka kami akan menunjukan pelaksana tugas,” katanya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya belum memproses pelantikan Bupati SBD, karena KPU setempat menetapkan dua pemenang Pilkada yakni Markus Dairo Talu- Dara Tangku Kaha yang diperkuat dengan putusan Mahakamah Konstitusi (MK), serta Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]