Kisruh PPDB Online,  Ratusan Siswa Terancam Tak Sekolah

0
769
Dumul Djami
Dumul Djami

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 441 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam tidak dapat bersekolah, akibat polemik sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.

“Masih banyak siswa yang belum mendapatkan sekolah, dan kami akan segera mengelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas terkait,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Kupang, Adrianus Tali, Selasa, 25
Juni 2019.

Menurut dia, banyaknya keluhan peserta didik baru  dan tercatat sebanyak 441 siswa belum mendapatkan sekolah, akibat sistem pendaftaran online. Dimana ada siswa yang sudah terdaftar di sistem zonasi dan terverifikasi, namun tidak lolos terdaftar pada sekolah yang dituju.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami mengatakan siswa yang terdaftar secara online, namun tidak lolos
karena tidak memenuhi tiga kriteria seleksi atau penilaian secara online yakni zonasi, umur dan Nilai Ujian Nasional (NUN).

“Seleksi yang pertama itu zona, lalu umur, dan yang ketiga nilai NUN. Jadi kalau masuk zona namun kriteria umur tidak memenuhi, secara
otomatis dinyatakan tidak lolos,” kata Dumul Djami.

Dispendik akan mengatu siswa yang belum terverifikasi data untuk mendaftarkan ulang ke 13 sekolah swasta antara lain SMP Tunas Harapan, SMK Asumta, Giovani, Generasi Unggul, Tunas Bangsa dan 10 sekolah negeri, seperti  SMP 6, SMP 7, SMP 9, SMP 14, dan SMP 17 yang masih kekurangan peserta didik. (Lid)

Komentar ANDA?