Home / Hukrim / Klaim Lahan hingga Pantai, Bos Toko NAM Usir Warga

Klaim Lahan hingga Pantai, Bos Toko NAM Usir Warga

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak lima Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di pesisir pantai Kelurahan Fatubesi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di usir secara paksa oleh Leonard Antonius (Toko NAM) yang mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut.

“Ini daerah pesisir pantai, dan kami telah tinggal disini sejak 1980, namun kami diusir, karena lahan ini sudah ada yang miliki, dan telah di pagar,” kata salah satu warga Fatubesi, Patris Amtiran, Kamis, 19 Oktober 2017.

Pemilik hak tanah Leonard Antonius (toko NAM) melalui kuasanya Daud Manafe mengatakan pembangunan pagar yang dilakukan sudah berdasarkan sertifikat atas kepemilikan tanah, meski melewati batas pantai yang di klaim warga yang tinggal di sekitar sebagai area milik pemerintah kota.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Mangga di Nagekeo Dituntut 5,5 Tahun Penjara

“Kami membuat pagar sudah sesuai batas tanah yang ada pada sertifikat tanah, dan lahan ini sepenuhnya milik pribadi,” kata Daud.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Padron Paulus mengatakan seharusnya batas pantai memang menjadi area publik atau milik pemerintah kota, namun jika telah diklaim menjadi milik pribadi, maka pihaknya akan melakukan pemantauan dan mengambil langkah koordinasi bersama.

“Berdasarkan keluhan warga, kami akan segera melakukan tindakan sesuai kewenangan untuk membicarakan terkait masalah tersebut,” kata Padron.

Badan Pertanahan Negara Kota Kupang, Pemilik Tanah, Warga Setempat dan Lurah Fatubesi akan dilibatkan dalam pembahasan terkait persoalan tersebut bersama komisi I yang akan di bahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). (Lid)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]