Home / Hukrim / Komnas HAM Pantau Sengketa Lahan di Pasir Panjang

Komnas HAM Pantau Sengketa Lahan di Pasir Panjang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Nur Kholis

Nur Kholis

NTTTERKINI.COM, Kupang – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) memantau kasus sengketa lahan di Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbuntut penutupan akses jalan bagi warga yang berada di tepi pantai. “Kami akan berupaya selesikan masalah penutupan akses jalan bagi warga bagi warga di depan Brimobda NTT,” kata komisioner Komnasham Nur Kholis kepada wartawan di Kupang, Selasa, 18 Maret 2014.

Kasus sengketa lahan antara Samuel Alexander Mbatu dan Keluarga Taulo yang berbuntut dieksekusi lahan seluas 1.490 meter persegi. Gugatan ini pun dimenangkan oleh Keluarga Taulo sehingga tanah yang telah dibangun rumah itu pun dieksekusi oleh pengadilan negeri Kupang sejak tahun 2006 lalu.

Baca Juga :  Satu Unit Mobil dan Toko Hangus Terbakar

Menurut dia, walaupun penggugat telah menang dalam sengketa lahan, namun jalan yang telah dibuka itu sudah termasuk dalam jalan umum, sehingga tidak bisa ditutup. “Pemerintah Kota Kupang harusnya sudah tahu, akses jalan itu,” katanya.

Seharusnya penggugat hanya memagari lahan yang belum dimanfaatkan untuk fasilitas umum, bukan seluruh lahan termasuk akses jalan. Apalagi akibat pemagaran itu, warga yang berada di belakang lahan itu tidak bisa beraktifitas seperti biasa. “Sangat merugikan orang lain, sehingga kami akan upayakan agar bisa dibuka kembali,” katanya.

Sementara itu, Samuel Mbatu mengatakan lahan tersebut dibeli dari keluarga Taulo yang saat itu masih menjabat sebagai lurah di daerah itu. Namun digugat oleh Ayun Taulo (Alm) denga dalil itu merupakan tanah warisan. Atas dasar itu mengajukan gugatan tanpa bukti apa pun, namun dimenangkan oleh pengadilan negeri Kupang. “Saya sesalkan, karena lahan itu sudah dibeli,” katanya.

Baca Juga :  Warga Perumnas Ditipu Karyawan Bank Sinar Mas

Apalagi lahan yang bukan termasuk dalam sengketapun turut dieksekusi, padahal lahan itu milik besannya Samuel Mbatu. Karena itu melalui kuasa hukum dan dirinya mengajukan permohonan ke Komnasham untuk memberikan perlindungan hukum, dan memohon Komnasham melakukan investigasi terhadap proses hukum tersebut. “Masalah ini sudah kami laporkan ke Komnasham,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]