Home / Hukrim / Kompolnas Ambilalih Kasus Pembunuhan di Lembata

Kompolnas Ambilalih Kasus Pembunuhan di Lembata

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kasus pembunuhan terhadap tokoh masyarakat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) Lorens Wadu yang mendapat protes keras masyarakat dan para pastor di daerah itu akan diambilalih Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

“Kami sudah mendapatkan laporan dari berbagai pihak terkait kasus pembunuhan berencana di Lembata yang mengakibatkan menewaskan Lorens Wadu,” kata Anggota Kompolnas Adrianus Meliala di Kupang, Senin, 27 Januari 2014.

Pembunuhan berencana terhadap Lorens Wadu diduga melibatkan sejumlah pejabat di daerah itu. Bahkan, polisi telah menahan dan memroses pelaku, termasuk anggota DPRD Kabupaten Lembata.

Menurut dia, Kompolnas akan mengkaji kasus itu bersama Kapolda NTT Untung Yoga Ana untuk selanjutnya mengambil sikap. “Kami harus bertindak professional jujur demi keadilan dan kebenaran,” katanya.

Baca Juga :  Divonis 4 Bulan Penjara, Rudi Soik Terancam Dipecat

Tokoh masyarakat Lembata, Boliona Keraf mengatakan berdasarkan informasi di Lembata, kasus pembunuhaan itu bermula dari keinginan pemerintah daerah untuk menjadikan Hutan Keam atau kawasan hutan di dekat pelabuhan Lewoleba sebagai kebun binatang mini, wisata kuliner, arena perjudian dan berbagai usaha untuk mendukung mengembangkan pembangunan di sektor pariwisata. “Lahan itu milik korban seluas 2,7 hektare (ha) yang akan dimanfaatkan pemerintah daerah,” katanya.

Pemerintah telah alokasikan anggaran sebesar Rp 275 juta untuk pembebasan lahan itu, dananya pun telah ditransfer ke rekening korban. Sertelah itu korban ditemukan tewas dikebunnya. “Waktu berjalan korban bersama pemilik lahan lainnya menolak pembebasan lahan itu,” katanya.

Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Untung Yoga Ana mengaku akan mencari kejernihan kasus ini. Bahkan, pihaknya telah mengirim enam anggota tim yang turun ke Lembata yang hingga saat ini masih menggali berbagai informasi. “Kami tunggu hasil kerja tim baru kami akan mengambil sikap,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]