Kondisi Alam Hambat Penyelesaian Sejumlah Proyek Jalan

0
340

Pekerjaan Jalan di Manggarai Timur

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepala Biro Keuangan Daerah (BKD), Zakarias Moruk mengatakan pengerjaan sejumlah proyek melalui dana APBD I tahun 2019 terhambat disebabkan kondisi alam, karena telah masuk musim penghujaan, sehingga proyek tersebut diluncurkan lagi pada anggaran 2020. 
“Jadi kontraktor bisa melanjutkan pekerjaan itu hingga selesai, karena dananya telah diluncurkan,” kata Zakarias kepada wartawan belum lama ini. 
Salah satu ruas jalan yang pengerjaan terhambat akibat cuaca yakni ruas jalan Bealaing-Mukun-Mbazang (segmen 2) di Kabupaten Manggarai Timur yang dikerjakan PT Agogo Golden Grup (AGG). Namun kontraktor setempat menyanggupi menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut.
“Kendala kami di lapangan, karena sudah masuk musim penghujan, sehingga pekerjaan agak terlambat. Termasuk jam kerja yang setiap hari 8 jam, menjadi berkurang,” kata pimpinan proyek jalan Beailing-Mukun-Mbazang, Paskalis Ringgi.
Selain telah masuk musim hujan, katanya, keterlambatan juga, karena medan yang cukup berat, sehingga pasokan bahan bakar agak terlambat. Apalagi, pekerjaan yang telah dilakukan sering terjadi longsoran, sehingga pekerjaan tambahan yang dilakukan yakni membersihkan longsoran.
“Ada sejumlah ruas jalan yang telah GO mengalami longsor saat hujan, sehingga harus dibersihkan lagi,” katanya.
Terkait pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer (km) dari 13 km yang dikerjakan di ruas jalan itu, kata dia, akan dilakukan pada Januari 2020 ini. Saat ini, pihaknya telah melakukan pemaparan agregat. “Setelah agregat langsung diaspal. Paling lambat akhir bulan ini,” tegasnya.
Dia berjanji akan menuntaskan proyek jalan provinsi yang menelan anggaran sebesar Rp14,1 Milliar. “Pasti akan kami tuntaskan pekerjaan jalan ini,” katanya.
Sementara warga Desa Ranambeling, Mukun, Vincensius Ban mengaku pengerjaan jalan Bealaing-Mukun-Mbazang telah membuka akses ekonomi masyarakat untuk bisa membawa keluar hasil bumi mereka. 
Dengan pelebaran jalan ini, kata dia, lebih mempermudah petani untuk pergi ke kebun atau sawah. Karena selama ini, petani ke sawah atau kebun dengan berjalan kaki. Tapi dengan adanya pelebaran jalan ini, maka bisa gunakan kendaraan roda dua. 
“Selama ini, kami jalan kaki ke kebun yang jaraknya sekitar 3 km, tapi sekarang bisa gunakan motor,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?