Korban Lumpur Panas Mataloko Hanya Dibantu Mie Instan

0
908
Lumpur panas Ngada (istimewa)
Lumpur panas Ngada (istimewa)
Lumpur panas Ngada (istimewa)

NTTTERKINI.COM, Bajawa – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibangun perusahaan asing di wilayah Mataloko, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyemburkan lumpur panas yang menggenangi sawah petani di Desa Ratugesa, Kecamatan Golewa.

Ironisnya warga yang terkena dampak lumpur panas proyek tersebut hanya diberi bantuan berupa beras dan mie instan. Padahal lahan petani tidak bisa lagi digarap, karena tergenang lumpur panas dari proyek tersebut.

Proyek PLTP Daratei Mataloko sudah dikerjakan sejak tahun 2005. “Bantuan yang diberikan hanya sekali,” kata warga setempat, Marsel Watu Dhogo kepada media ini, Kamis, 17 Maret 2016.

Dia mengaku menyesal dengan pemerintah daerah yang hanya memberikan bantuan seadanya. Padahal, menurut dia, lahan pertanian warga tidak bisa digarap lagi. “Masa pemerintah hanya beri bantuan mie instan dengan beras,” katanya.

Dia mengaku banyak bantuan yang diberikan kepada mereka, namun kebanyakan tidak tepat pada sasaran, karena penerima justru bukan korban lumpur panas ini.

Selain lahan pertanian warga, hewan seperti kerbau juga mati akibat lumpur panas. Warga berharap pemerintah serius mengatasi luapan lumpur panas, karena telah menghilangkan sumber penghasilan mereka.

“Kami minta tolong segera perhatikan nasib kami ini. Karena sangat berkaitan dengan keberlangsungan hidup kami serta anak anak,” ujarnya. (Don)

Komentar ANDA?