Home / Hukrim / KPK: Ratusan Lahan Pemkot Kupang Terindikasi Bermasalah

KPK: Ratusan Lahan Pemkot Kupang Terindikasi Bermasalah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Asep Suwandha

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 153 aset berupa lahan atau tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga bermasalah, karena dimanfaatkan pihak ketiga.

“Soal aset, kami rasa harus segera kami selesaikan, karena ada catatan khusus dari audit BPK. Data sementara 153 lahan milik pemkot Kupang bermasalah diantaranya terindikasi pemanfaatannya oleh pihak lain,” kata Koordinator Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KORPSUPGAH KPK) RI, Asep Suwandha, Rabu, 28 Agustus 2019.

Sebanyak 153 pemanfaatan lahan milik pemerintah tersebut terindikasi dikuasai pihak ketiga dan akan segera diidentifikasi untuk dilakukan pengamanan aset secara administrasi, pengamanan fisik dan pengamanan hukum.

Baca Juga :  33 Imigran gelap Asal Vietnam Ditangkap di Kupang

Menurut dia, pemanfaatan lahan pemerintah sesuai aturan yang berlaku, harusnya ada kerjasama operasi dan jika disewakan harus ada
uang yang masuk ke kas pemerintah daerah dan tidak bisa di pinjam pakai oleh pihak lain kecuali oleh instansi vertikal.

“Secara undang-undang, jelas kalau pemanfaataan lahan pemerintah oleh pihak lain harus ada kerjasama operasi. Itu ada aturannya dan jadi landasan untuk menyelamatkan aset,” tambah Asep.

Selain persoalan aset, KORPSUPGAH KPK juga mengawasi enam area utama yang selama ini rawan korupsi yakni pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari perencanaan hingga penganggaran.

Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, sistem pengawasan oleh Inspektorat, serta pengelolaan manajemen ASN yang terindikasi ada praktik jual beli jabatan dalam proses mutasi dan rotasi dan optimalisasi pendapatan daerah.

Baca Juga :  Esthon: "Jangan Ada Dusta Diantara Kita"

“Kota Kupang salah satu kota yang kami prioritaskan dibanding daerah lain di NTT, karena punya potensi PAD cukup baik, tapi kita fokus pada tata kelolanya,” tutup Asep. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]