Home / Polkam / KPU Nagekeo Dilaporkan ke DKPP dan KPK

KPU Nagekeo Dilaporkan ke DKPP dan KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

logo-kpuNTTTERKINI.COM, Jakarta – Komisi pemilihan umum (KPU) Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pelanggaran pemilu kepala daerah yang dinilai syarat korupsi.

Laporan ini diajukan tiga pasangan calon bupati dan wakil Bupati Nagekeo Piet Nuwa Wea dan Florentinus Pone, Lukas Tonga- Yosef Juwa Dobe Ngole dan Johanes Don Bosco Do- Gaspar Batu Bata.

“Kami sudah laporkan ke DKPP agar KPU Nagekeo dan jajarannya diperiksa dan diberi sanksi, karena telah melakukan pelanggaran, sehingga merugikan pasangan calon lain,” kata Petrus Selestinus, penasehat hukum para penggugat di Jakarta, Senin, 22 Juli 2013.

Pelanggaran pemilukada Nagekeo juga telah digugat oleh tiga pasangan calon itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sesuai jadwal sidang akan digelar hati ini, Selasa, 23 Juli 2013, pukul 14.00 Wita.

Baca Juga :  Bereun Klaim Menang, Anton Hadjo Pimpin Pawai

Menurut dia, KPU Nagekeo secara sengaja melakukan kecurangan untuk menguntungkan pasangan calon lain, khususnya pasangan Elias Djo dan Paulinus Nuwa Veto. Pelanggaran yang dilakukan yakni formulir C1 KWK-KPU beserta lampirannya dan formulir lampiran Model C1 KWK-KPU dalam bentuk format fotocopy, bukan format asli percetakan.

Formulir itu tidak dicetak dengan model pengamanan atau security paper/microteks, sehingga dianggap berpeluang digandakan secara illegal dan terjadinya pemalsuan. Formulir ini dipakai di sekitar 70 persen TPS di tujuh kecamatan di Nagekeo. “Dokumen ini berjumlah ribuan yang tersebar di tujuh kecamatan sehingga pasti disalahgunakan dan datanya sudah diubah,” katanya.

Pelanggaran lain adalah adanya temuan beberapa Model C1 KWK-KPU yang tertera tulisan Pemilihan Umum Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Terdapat Formulir Model DA1-KWK-KPU yang bertuliskan tanda tangan saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Baca Juga :  KPU Kupang: Berhalangan Tetap, Bakal Calon Bisa Diganti

Seharusnya bertuliskan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Kesalahan lainnya, pada formulir Model BC-KWK.KPU tanda tangan para komisioner KPUD tertulis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sikka, bukan Nagekeo.

Terkait laporan ke KPK, menurut dia, akan dilakukan segera bersamaan dengan proses persidangan di MK. Karena anggaran Pemilukada Nagekeo sebesar Rp 11 miliar diduga telah disalahgunakan, dibuktikan dengan dokumen KPU berupa formulir dan kertas suara ada yang hanya difoto copy dan 80 persen salah cetak.

“Dengan demikian proses percetakan ini bermasalah mulai dari tender karena tidak memilih perusahaan yang profesional, sehingga terjadi kesalahan. Kedua, kalau banyak dokumen yang hanya difoto copy, maka dana Rp 11 miliar tidak mungkin habis,” kata Petrus. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]