Home / Polkam / KPU NTT Disinyalir Lakukan Tindak Pidana Pemilu

KPU NTT Disinyalir Lakukan Tindak Pidana Pemilu

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
'Aliansi mahasiswa pengawas pemilu memasang spanduk himbauan di depan kantor KPU. (by Jhon Seo)

‘Aliansi mahasiswa pengawas pemilu memasang spanduk himbauan di depan kantor KPU. (by Jhon Seo)

NTTTERKINI.COM, Kupang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) disinyalir melakukan pelanggaran pemilu kepala daerah (Pilkada) Gubernur NTT periode 2013-2018, karena mengeluarkan hasil pilkada sebelum waktunya.

“Kami mensinyalir KPU telah melakukan tindak pidana pemilu,” kata Direktur Komunitas akar Rumput (KoAR) NTT, Yan Windhy saat menggelar aksi damai di Kantor KPU NTT, Rabu, 20 Maret 2013.

Dalam aksi tersebut, KoAR yang tergabung dalam ‘Aliansi mahasiswa pengawas pemilu’ memasang spanduk himbauan di depan kantor KPU yang bertuliskan, “Awasi KPU NTT. Tetap laksanakan Pemilu Gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2013-2013 secara independen”. “Jangan percaya gosip ciptakan kondisi damai”.

Baca Juga :  Kader Golkar NTT Dominasi Kubu Agung Laksono

Sesuai aturan, menurut dia, KPU dilarang mengumumkan hasil Pilkada tidak melalui pleno KPU atau berdasarkan hasil pleno rekapitulasi dari kabupaten/kota. “Harusnya KPU tidak mengumumkan hasil Pilkada ke publik, sebelum waktunya,” katanya.

Apalagi, katanya, lembaga quick count Losta Intitute yang mengumumkan hasil Pilkada NTT, 18 Maret 2013 lalu. Karena lembaga itu dibiayai oleh pasangan calon tertentu, sehingga lembaga itu juga melakukan tindak pidana pemilu. “Tindak pidana pemilu juga dilakukan Losta Intitute yang gelar quick count Pilkada NTT,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU NTT, Johanis Depa yang dikonfirmasi terpisah mengaku pengumuman yang dilakukan KPU NTT hanya untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terkait perolehan hasil suara sementara. “Hasil ini tidak bisa dijadikan dasar sebagai pemenang pemilu,” katanya.

Baca Juga :  Pilkada Kota, Banyak TPS Belum Miliki Anggota KPPS

Dia menjamin Pilkada NTT berlangung jujur dan adil. Karena KPU telah bekerja sesuai aturan yang berlaku, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami pertaruhkan nurani dan martabat di pilakada ini,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]