Home / Polkam / Kumham Bantah Anak Mantan Bupati Diperlakukan Istimewa

Kumham Bantah Anak Mantan Bupati Diperlakukan Istimewa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Zulkipli

Zulkipli

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepala Divisi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Hukham) Zulkipli membantah ada perlakuan istimewa kepada anak mantan Bupati Lembata, Erni Manuk di Lembaga Pemasyarakatan (LP) wanita Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga bisa bebas keluar masuk masuk penjara.

“Kami tidak membeda-bedakan narapidana yang ditahan di lembaga pemasyarakatan,” kata Zulkipli kepada wartawan di Kupang, Rabu, 9 Oktober 2013. Anak mantan Bupati Kupang, Erni Manuk dijebloskan ke penjara dengan hukuman 17 tahun penjara, karena membunuh Joakim Langodai, warga Kabupaten Lembata.

Dia menegaskan di LP, napi tidak diperkenankan untuk menggunakan handphone (HP) pungli dan narkoba (Halinar). “Semua warga binaan diperlakukan seperti itu,” katanya. Anak mantan Bupati Lembata, Andreas Manuk itu diijinkan keluar LP untuk memeriksa kesehatannnya di Rumah Sakit (RS) Johanis Kupang, karena menderita sakit kanker payudara. “Erni menderita kanker payudara, dan sudah dua kali melakukan pemeriksaan ke RS,” katanya.

Baca Juga :  BKH Menangis saat Kampanye di Manggarai

Namun, diakuinya petugasnya lalai dalam melakukan pengawalan terhadap narapida, karena tanpa pengawalan polisi sesuai prosedur tetap (Protap) Hukum dan HAM. Karena itu, dia berjanji akan membentuk tim untuk melakukan kajian terkait kasus ini serta akan memberikan sanksi kepada petugasnya. “Sudah pasti, mereka akan dikenakan sanksi tegas,” katanya.

Diakuinya, pihaknya juga kesulitan, karena tidak dokter di LP tersebut. Pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan petugas kesehatan di LP tersebut. Karena itu, dia meminta agar dokter dua kali sepekan melakukan pemeriksaan kesehatan para narapidana. “Petugas keamanan di LP tersebut juga sangat minim, hanya 4 orang setiap harinya,” kata Zulkipli.

Jumlah napi di LP wanita tersebut sebanyak 43 orang dengan jumlah pegawai sebanyak 39 orang. Erni Manuk ditemukan berkeliaran di Bank BCA Kupang pada Selasa, 8 Oktober 2013. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]