Home / Sosbud / Lahan Tambak Garam Bermasalah, Jokowi Diminta Batal ke Kupang

Lahan Tambak Garam Bermasalah, Jokowi Diminta Batal ke Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Hildebertus Selly

NTTTERKINI.COM, Kupang – Barisan relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta agar Presiden untuk membatalkan kunjungannya ke Kupang pada Rabu, 21 Agustus 2019 untuk panen garam dN pembagian sertifikat gratis. Karena lahan tambak garam masih bermasalah.

“Sebaiknya Pak Jokowi atasi soal genting di Papua, ketimbangan datang memberi legitimasi kepada perampas hak rakyat Desa Nunkurus,” kata Aktivis Bara JP, Hildebertus Selly yang menghubungi Tempo, Selasa, 20 Agustus 2019.

Menurut dia, lokasi panen garam tersebut berada di tanah milik rakyat yang dicaplok oleh PT Timor Life Stock Lestari. Jika Presiden memberi legitimasi atas lokasi tambak garam tersebut, maka sama dengan Presiden membiarkan penderitaan kepada rakyat yang telah memilihnya.

Baca Juga :  Kota Kupang  Peringkat 15 Penduduk Termiskin 

Karena itu, sebagai Relawan Jokowi, pihaknya tidak mau kehadiran Presiden Jokowi membawa petaka bagi rakyat di Nunkurus. “Prinsip kami adalah kehadiran Jokowi memberi kegembiraan kepada rakyat, keadilan, kesejahteraan dan kebaikan bagi semua,” katanya.

Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Kupang, NTT pada Rabu, 21 Agustus 2019. Dalam kunjungam itu, Presiden akan melakukan panen perdana tambak garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang dan membagikan sertifikat gartis

Aparat keamanan telah menyiagakan ribuan personil untuk pengamanan Presiden tersebut. Tahun 2019, Presiden Jokowi sidah tiga kali mengunjungi NTT. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]