Laka Lena: Wisata Kesehatan Berpontesi Hadir di Labuan Bajo

0
1561
Melki Laka Lena saat mengunjungi RS di Labuan Bajo
Melki Laka Lena saat mengunjungi RS di Labuan Bajo

NTTTERKINI.COM, Kupang – Atas kerjasama Departemen Kesehatan dan Departemen Pariwasata sejak tahun 2017 untuk menggalakan wisata kesehatan di 10 daerah prioritas wisata, termasuk Labuan Bajo yang punya potensi besar hadirnya wisata kesehatan.

“Ada 10 daerah prioritas pariwisata yang bisa digalakan wisata kesehatan,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena saat berkunjung ke Labuan Bajo, Senin, 23 Desember 2019.

Menurut dia, belajar dari Penang Malaysia yang kota dan daerahnya bertumbuh karena padukan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan wisata, maka Labuan Bajo punya keunggulan yang jauh lebih hebat dari aspek destinasi wisata, sehingga peluang kembangkan wisata kesehatan jauh lebih terbuka.

“Pasien Indonesia yang sering banjiri Penang dan kota lainnya di Asia Tenggara untuk berobat tentunya lebih suka ke Labuan Bajo untuk berobat kalau kualitas pelayanan kesehatan makin meningkat dan setara atau melebihi Penang dan kota lainnya,” kata Melki.

Untuk mewujudkan wisata kesehatan itu, maka Melki bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi dua rumah sakit di Labuan Bajo yakni RS Komodo dan Siloam.

Kunjungan ke RS dilakukan setelah pertemuan dengan Bupati Manggarai Barat Agustinus Dulah di acara seminar oleh KADIN, dimana Bupati sampaikan sudah ada surat dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes terkait wisata kesehatan di Labuan Bajo.

Kunjungan yang dilakukan secara spontan ini bersamaan dengan kesiapan Panitia Pelaksana Natal Nasional Partai Golkar yang akan digelar di Labuan Bajo pada 17 Januari 2020.

Dalam kunjungan ke RSUD Komodo, Melki dan rombongan diterima Direktur RSUD Komodo, dokter Linda Gampar dan Thomas A Edison yang menjelaskan kemampuan dan kebutuhan RS menangani pasien baik warga daerah atau wisatawan nusantara atau mancanegara.

Jelas Melki, secara umum RSUD Komodo memiliki sarana prasarana dan tenaga kesehatan yang memadai, sehingga mampu untuk menangani pasien berasal dari manggarai barat, Nusa Tenggara Timur atau Nusantara hingga mancanegara yang berobat.

“Kebutuhan alat dan tenaga medis untuk cakupan jenis penyakit dan perawatan juga untuk domain preventif promotif untuk tujuan pariwisata tentu masih diperlukan,” katanya.

Dokter Linda menyampaikan perlu dukungan pemerintah pusat melalui departemen kesehatan, sehingga RSUD Komodo mampu menata diri sebagai RS yang mampu melayani berbagai jenis penyakit dan perawatan pasien turis nusantara maupun mancanegara yang berlibur ke Labuan Bajo.

Sementara di RS Siloam Labuan Bajo, Melki dan rombongan diterima Putri Respati, Executive Director Siloam Labuan Bajo dan beberapa staf. Rombongan diajak berkeliling beberapa poli dan ruang perawatan yang menjadi andalan RS Siloam.

Ada dua dokter se-Flores yang menurut Putri hanya ada di RS Siloam Labuan Bajo yaitu dokter mata dan dokter ortopedi. “Alat ortopedi se-Flores menurut infonya juga hanya tersedia di RS Siloam,” kata Melki.

Derasnya turis yang masuk ke Labuan mendorong RS Siloam mengadakan alat hyperbaric oxygen chamber. Alat ini sangat berguna membantu pasien umumnya turis yang mengalami dekompresi, karena menyelam atau dekompresi akibat aktivitas bawah air lainnya, sehingga pasien tidak mengalami kejadian fatal atau harus dirujuk ke Denpasar.

“Alat yang berbentuk kapsul ini juga bisa membantu terapi pernapasan untuk berbagai keluhan penyakit,” jelasnya.

Dua RS yang ada di Labuan Bajo dengan berbagai fasilitas kesehatan juga tenaga medisnya dengan sadar mempersiapkan dirinya juga untuk antisipasi perkembangan wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat yang makin meningkat.

Kedua RS ini, menurut Melki, butuh dukungan Pemda Kabupaten Manggarai Barat dan Pemda NTT, baik dinas kesehatan, dinas pariwisata dan dinas terkait lainnya juga Pemerintah Pusat melalui Kemenkes, Kemenpar, termasuk DPR RI.

“Pada saat yang sama kedua RS ini tetap melayani warga kurang mampu di Manggarai Barat, sesuai informasi yang diberikan kepada kami kurang lebih 90 persen pasiennya ikut BPJS dan mayoritas kelas tiga dilayani oleh kedua RS,” ujarnya.

Diakhir penuturannya terkait potensi wisata kesehatan di Labuan Bajo, Melki berharap kerjasama berbagai pihak secara sinergis agar bisa hadirkan wisata kesehatan di Labuan Bajo.

Komodo, kata Melki, sudah menjadi jangkar sekaligus penggerak ekonomi melalui perkembangan pariwisata Labuan Bajo Manggarai Barat NTT. Saatnya kembangkan dan gerakkan potensi lain yang selama ini diabaikan untuk mendukung berkembangnya wisata di Labuan Bajo yakni melalui wisata kesehatan.

“Potensi dan daya dukung ada di Labuan Bajo tinggal diatur dan didukung para pihak untuk mewujudkannya,” tutup Melki. (Ado)

Komentar ANDA?