Home / Pendidikan / Laut Tercemar, Undana Gelar Seminar Internasional

Laut Tercemar, Undana Gelar Seminar Internasional

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Rektor Undana Fredik Benu didampingi Ketua YPTB Ferdi Tanoni saat Jumpas Pers di Kupang

Rektor Undana Fredik Benu didampingi Ketua YPTB Ferdi Tanoni saat Jumpas Pers di Kupang

NTTTERKINI.COM, Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar seminar internasional terkait pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya ladang minyak Montara di Blok Atlas Australia, 2009 silam.

“Seminar yang digelar ini merupakan bentuk kepedulian Undana sebagai satu- satunya universitas negeri di daerah ini,” kata Rektor Undana Frederik Benu, Jumat, 14 Februari 2014.

Salah satu bentuk kepedulian Undana dengan melakukan penelitian tentang Pencemaran Laut Timor lalu memaparkannya dalam bentuk seminar bertaraf internasional yang mengangkat teman, “Tragedi Kemanusiaan dan Ekonologi Lingkungan Akibat Meledaknya Kilang Minyak Montara di Laut Timor pada 2009”.

Baca Juga :  Mendikbud Buka Munas Pramuka

Seminar internasional itu, katanya, akan digelar pada 18 Februari 2014 dengan menghadirkan sejumlah pembicara dari nasional dan internasional di Kampus Undana. Hasil dari seminar itu akan direkomendasikan ke berbagai pihak yang membutuhkan informasi, ilmu dan pengetahuan bahkan diharapkan menjadi salah satu solusi dari tragedi itu, sehingga pihak yang dirugikan mendapatkan perhatian.

Seminar internasional itu akan menghadirkan pembicara utama selain dirinya juga Dr Robert B Spies dari California, AS, Senator Rachel Siewert, Ir Mukhtasor M.Eng,PhD, Ketua YPTB Ferdi Tanoni dan pengacara YPTB yang berkedudukan di Darwin Australia, Greg Phelps.

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni mengatakan pencemaran laut timor akibat meledaknya ladang minyak Montara hingga saat ini semakin dirasakan petani rumput laut di NTT.

Baca Juga :  Ironis, Gaji Guru Honorer Komite di Kupang Rp200 Ribu Pertriwulan

Dia berharap seminar inetrnasional dan petisi yang akan diajukan akan mendapat perhatian dari pemerintah Australia. Dengan demikian bis mencairkan hubungan bilateral antar kedua negara yang sempat renggang pasca kasus penyadapan dan pengusiran imigran gelap. “Saya yakin penyelesaian kasus ini akan mencairkan hubungan antarkedua negara,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]