Home / Hukrim / LPSK Konsen Kasus TPPO dan Kekerasan Perempuan di NTT

LPSK Konsen Kasus TPPO dan Kekerasan Perempuan di NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pimpinan dan anggota LPSK

NTTTERKINI.COM, Kupang – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberi perhatian serius terhadap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT), karena dinilai kedua kasus itu cukup tinggi terjadi di NTT.

“Kami beri perhatian terhadap dua kasus yakni TPPO serta kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Ketua LPSK Hasto Atmo Suroyo kepada wartawan di Kupang, Rabu, 6 Maret 2019.

Menurut dia, jumlah kasus TPPO di NTT yang dilaporkan ke LPSK sebanyak 15 kasus, sedangkan kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak dua kasus. “Kebanyakan laporan ini dilakukan oleh kepelolisian,” katanya.

Baca Juga :  KPK Tangani Dugaan Korupsi Dana Bansos NTT

Salah satu kasus TPPO yang ditangani LPSK di NTT yakni kasus kematian Adelia Sau asal Timor Tengah Selatan (TTS). Namun pelaku tidak mampu membayar biaya ganti rugi. “Kendala penanganan kasus ini yakni bahasa. Karena keluarga hanya gunakan bahasa daerah,” katanya.

Dia mengatakan dari jumlah kasus yang terjadi pada 2018 sebanyak 6.729 kasus kejahatan, hanya 69 kasus yang dilaporkan ke LPSK. Karena itu, LPSK terus bersosialisasi agar semua pihak bisa melaporkan kasus kasus yang butuh perlindungan terhadap saksi dan korban.

“Kami berharap dengan sosialisasi ini, masyarakat juga bisa memberikan laporan ke LPSK,” katanya.

Melihat tingginya jumlah kasus kekerasan di NTT, dan minimnya saksi dan korban menggunakan layanan LPSK, maka LPSK juga sedang melakukan kajian untuk membuka kantor perwakilan di NTT.

Baca Juga :  Kejati NTT Lidik Tiga Proyek Kementrian PDT

“Kami akan bertemu Gubernur dan sejumlah mitra kerja terkait rencana pembentukan kantor perwakian di NTT,” kata Wakil Ketua LPSK, Livia Istania. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]