Home / Kesehatan / Mahasiswa Protes Limbah Berbahaya di Rumah Sakit

Mahasiswa Protes Limbah Berbahaya di Rumah Sakit

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

IMG_5988NTTTERKINI.COM, Kupang – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengelar aksi demo darurat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berasal dari samph buangan beberapa Rumah Sakit (RS).

“Demo aksi yang dilakukan merupakan gerakan dari pemuda untuk mempertanyakan terkait pengelolaan limbah B3 dari rumah sakit yang buruk dan memprihatinkan,” kata Ketua Cabang GMNI NTT, Leonardus Liwun, Kamis, 14 Desember 2017.

Temuan tim advokasi GMNI NTT dari 12 rumah sakit yang disurvey, 3 diantaranya yakni RS bersalin Leona, RS Kota SK Lerik, dan RS Umum W.Z Yohanes menghasilkan sampah medis dan non medis setiap harinya sebanyak 400 kg. Namun pengelolaannya tidak di pilah dan di beri label sesuai dengan jenis limbah.

Baca Juga :  Jumlah Penderita HIV/AIDS, PNS Lebih Tinggi dari PSK

Sementara proses pengelolaan limbah medis dengan cara termal menggunakan insinerator yang di lakukan sejumlah RS tidak menjamin keamanan lingkungan dan warga di sekitar dari aspek pencemaran udara akibat emisi gas buangan, karena semua alat tersebut belum mendapat legalitas dan ijin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Sementara persoalan lainnya yakni beberapa RS melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta yang tidak memiliki ijin resmi terkait pengelolaan limbah medis, baik pengumpulan, pengangkutan dan pengelolaan sampah B3.

“Kami menemukan kejanggalan terkait penanganan sampah medis dan non medis yang di kumpulkan secara bersama tanpa pengelolaan yang semestinya atau tidak sesuai prosedur,” tambah Leonardus.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah B3 dan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No 56 tahun 2015, tentang tata cara dan syarat teknis pengelolaan limbah B3 dari fasilitas layanan kesehatan yang tidak sesuai dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan lingkungan dan penularan penyakit berbahaya, jika tidak segera diatasi. (Lid)

Share Button
Baca Juga :  NTT Masih Bebas Vaksin Palsu

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]