Home / Kesehatan / Merkuri Paling Banyak Ditemukan Dalam Kosmetik

Merkuri Paling Banyak Ditemukan Dalam Kosmetik

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bagus Gerametta mengungapkan Merkuri, merupakan bahan kimia berbahaya yang paling banyak di temukan dalam produk kosmetik.

“Produk yang sudah kami uji mengandung bahan kimia yang di larang dan terbanyak ada kandungan merkuri yakni di kosmetik. Ini dilarang dan tidak boleh di gunakan,” kata Kepala BPOM NTT, Bagus Gerametta saat gelar workshop penyebaran informasi produk, Selasa, 13 Februari 2018.

Menurut dia, ada dua jenis kosmetik yang dikarang yakni kosmetik tanpa ijin edar dan kosmetik mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri, bahan pewarna seperti K3 dan merah K10, dan di dominasi produk kosmetik pemutih atau perawatan kulit yang dapat menyebabkan kanker dan cacat janin.

Baca Juga :  Telat Bayar Iuran, BPJS Denda Pasien 2,5 persen

“Kosmetik tidak mengenal jenis kelamin, namun mayoritas pemakai adalah para wanita yang ingin putih,” tambah Gerametta.

Temuan BPOM tahun 2017, penyalahgunaan kosmetik terdapat pada 26 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya merkuri, K3 dan K10 serta Klindamisin, serta temuan 39 obat tradisional yang teridentifikasi mengandung Sildenafil yang dapat beresiko menimbulkan efek kehilangan pendengaran, penglihatan, stroke, serangan jantung, hingga kematian. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]