Home / Polkam / Muscablub Hanura Kota Kupang Syarat Intervensi

Muscablub Hanura Kota Kupang Syarat Intervensi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Jimi Sianto

NTTTERKINI.COM, Kupang – Musyawarah cabang luar biasa (Muscablub) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar 8 Februari 2013 dinilai syarat intervensi dari Ketua DPD Hanura Jimi Sianto.

“Kami menilai muscablub yang digelar tidak sah, karena diintervensi Ketua DPD, Jimi Sianto,” kata Ketua PAC Maulafa, Tony Rihi ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan bersama enam PAC lainnya, Senin, 11 Februari 2013 malam.

Keenam PAC tersebut menyatakan menolak hasil muscablub Hanura Kota Kupang yang berhasil menetapkan Melki Balle sebagai ketua DPC Hanura Kota Kupang. “Kami menolak hasil muscablub yang telah digelar, karena tidak penuhi syarat,” katanya.

Penetapan Melki sebagai ketua DPC Hanura Kota Kupang dinilai sepihak yang dilakukan oleh Ketua DPD Jimi Sianto, karena tidak sesuai dengan AD/RT partai dan Pedoman oragnisasi (PO). “Penetapan itu tidak sesuai AD/RT dan PO partai,” katanya.

Baca Juga :  "Polwan" Cantik Penipu di FB Dipenjara 1,5 Tahun

Muscablub Hanura Kota Kupang dengan agenda pemilihan ketua DPC Hanura Kota Kupang itu diikuti enam calon yakni Melki Balle, Johanis Ndun, Jafar Al Hadad, Bistok Tamonof, Jery Pingak, dan Viktor Lerik.

Dalam ketentuan tata tertib (Tatib) yang ditetapkan pimpinan rapat muscablub, menurut dia, calon ketua Hanura Kota Kupang harus mendapat dukungan minimal 20 persen dari PAC. Dari enam pasangan calon yang maju, hanya dua calon yang mendapat dukungan yakni Bistok Tamonof dukungan 5 persen, dan Viktor Lerik 95 persen.

Ingervensi yang dilakukan Jimi Sianto, jelasnya, ketika pimpinan rapat melakukan verifikasi calon ketua. Tiba-tiba datanglah ketua DPD Hanura Jimi Sianto yang tanpa basa-basi langsung mengambilalih rapat Muscablub dan menetapkan Melki Balle sebagai ketua DPC Kota Kupang. “Padahal, ketua DPD tidak termasuk sebagai pimpinan sidang, karena sudah dimandatkan ke anggota lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Lebu Raya: PDIP Belum Tetapkan Cagub dan Cawagub

Surat penolakan terhadap hasil Muscablub itu, katanya, telah dikirim ke DPP Hanura untuk mengambil sikap terkait hasil muscablub Hanura Kota Kupang itu. “Enam PAC telah menandatangi penolakan hasil Muscablub itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura NTT, Jimi Sianto mengatakan muscablub yang digelar sudah sesuai mekanisme organisasi. Dia menilai PAC berusaha memenangkan kandidat yang tidak memenuhi syarat. “Itu sama dengan melawan aturan organisasi,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]