Home / Sosbud / Novanto: Pilar Kebangsaan di Indonesia Mulai Pudar

Novanto: Pilar Kebangsaan di Indonesia Mulai Pudar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Rektor PGRI Samuel Haning serahkan cinderamata kepada Setya Novanto

Rektor PGRI Samuel Haning serahkan cinderamata kepada Setya Novanto

NTTTERKINI.COM, Kupang – Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto mengatakan pilar kebangsaan di Indonesia mulai luntur. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus agama dan Hak asasi manusia (HAM) yang melanda negeri ini.

“Penerapan pilar kebangsaan di masyarakat mulai hilang secara perlahan,” kata Setya Novanto ketika memberikan kulaih umum tentang empat pilar kebangsaan di Universitas PGRI Kupang, Rabu, 27 November 2013.

Novanto mencontohkan, masalah antara agama yang terjadi di daerah yang selalu menimbulkan korban jiwa. Masalah lainnya yakni masalah HAM, ibu-ibu yang sedang hamil dihukum dengan tidak manusiawi. “Saya tidak sebut daerahnya,” katanya.

Baca Juga :  Ikatan Keluarga Flobamora NTT di Papua Barat Dilantik

Karena itu, menurut dia, isu-isu empat pilar kebangsaan ini yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang Undang Dasar (UUD) 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus menjadi pegangan dalam kehidupan masayarakat di negara ini.

Isu-isu tentang empat pilar kebangsaan ini pun, katanya, sudah menjadi masalah nasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, misalnya, telah membahas masalah ini agar menjadi dasar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Ini sudah menjadi masalah nasional yang butuh perhatian serius semua pihak,” katanya.

Kuliah umum itu diikuti sekitar 250 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas PGRI Kupang. Hadir juga dalam kulaih umum itu, Rektor PGRI Kupang, Samuel Haning. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]