Home / Sosbud / NTT Dialokasikan 187.500 Dosis VAR Berantas Rabies

NTT Dialokasikan 187.500 Dosis VAR Berantas Rabies

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Samuel Rebo

Samuel Rebo

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pemerintah pusat dalam tahun angggaran 2013 mengalokasikan 187.500 dosis vaksin anti rabies (VAR) untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur,guna mendukung upaya vaksinasi massal hewan penular penyakit tersebut, khususnya di sembilan kabupaten di Pulau Flores dan Lembata.

Kepala Dinas Peternakan NTT, Samuel Rebo, mengatakan vaksinasi massal yang saat ini dilakukan adalah vaksinasi tahap keempat, bersamaan dengan beberapa wilayah lain di Indonesia yang juga tertular penyakit rabies yakni Provinsi Bali dan beberapa kabupaten Provinsi Maluku.

Sebelumnya, kata Samuel, vaksinasi Massal tahap pertama diselenggarakan pada September 2010–Maret 2011, tahap kedua kedua Mei–September 2011 dan tahap ketiga Maret 2012–Maret 2013. “Upaya ini dilakukan agar pada tahun 2020 Indonesia sudah bebas rabies,” katanya kepada wartawan, Minggu, 19 Mei 2013.

Baca Juga :  Moke 2.220 Liter Dimusnahkan Polda NTT

Di NTT, menurut dia, sejak terjadi kasus rabies pertama tahun 1997 di Kabupaten Flores Timur hingga 2012, kasus rabies di Flores dan Lembata telah mencapai 32. 740 kasus gigitan dengan jumlah korban yang meninggal dunia 228 orang.

Diakuinya setelah lebih dari sepuluh tahun, upaya untuk memerangi rabies di daratan Flores dan Lembata berjalan lamban. Jika mencermati perkembangan penyebaran rabies di Flores, dari tahun 1997–2000, tidak ada vaksinasi. “Perkembangannya sangat cepat dan mengikuti pergerakan anjing,” katanya.

Lambannya pemberantasan rabies di NTT, katanya, karena masyarakat selalu menyembunyikan anjing miliknya dan enggan mengikuti program vaksinasi tersebut. Masyarakat menanggap vaksinasi mirip dengan eliminasi, dan anjing bisa mati. Akibatnya, vaksinasi tidak bisa mencapai target.

Baca Juga :  335 Calon Haji Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

Dia menambahkan, pemerintah belum bisa menurunkan prevalensi rabies. Kasus itu masih ada secara insidentil walaupun masih bisa dikontrol dibawah 0,6 persen. “Yang menggembirakan, sejak tahun 1997, rabies hanya menyebar di Flores dan Lembata, tidak sampai ke Timor, Sumba dan Alor,” katanya.

Dia menambahkan, pada tahun 2012 perhatian pemerintah terhadap upaya pemberantasan penyakit rabies semakin baik. Pemerintah menyiapkan vaksin sebanyak 267.000 dosis atau sudah melampaui jumlah populasi anjing di Flores dan Lenbata sekitar 206.543 ekor.

“Tantangannya di daratan Flores dan Lembata, baru Kabupaten Sikka yang memiliki Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.Maunya semua kabupaten memiliki institusi ini,” katanya,” katanya. (Avi)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]